Massa Aksi Kecewa dan Merasa Dikhianati Bupati dan DPRD Banggai

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Masa aksi yang merupakan petani dan masyarakat Batui mengaku kecewa dan merasa dikhianati atas sikap Bupati dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Banggai yang tetap melanjutkan Sidang Paripurna dan tidak menemui massa demonstran yang telah berada di gedung DPRD sejak Senin kemarin.

Sejak Senin (4/7/2022), masyarakat dan petani sawit Batui melakukan aksi untuk menuntut diselesaikannya konflik agraria dengan PT. Sawindo Cemerlang.

Bacaan Lainnya

Rupanya aksi ini tidak membuahkan keputusan kongkrit dari DPRD bahkan Tim Pokja yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Banggai.

Olehnya, massa aksi tetap bertahan dan menunggu untuk bisa beraudensi langsung dengan Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin Tamoreka pada Selasa (5/7/2022).

“Tetapi yang terjadi justru beberapa oknum anggota legislatif hanya melewati masyarakat yang duduk di pelataran kantor DPRD tanpa menegur mereka,” cetus Moh. Sugianto Adjadar, salah satu perwakilan masa aksi.

Sikap yang sama kata dia, ditunjukan Bupati Amirudin dan Ketua DPRD, Suprapto saat datang ke lokasi.

“Miris! Kami menyesalkan sikap Pemda dan Anggota Dewan yang terkesan tidak memiliki hati nurani, padahal yang ingin menemui mereka adalah rakyat yang memberikan suara sehingga mereka memperoleh kekuasaan,” sambung pria yang akrab disapa Gogo itu.

Terkait konflik agraria di Batui, lanjut Gogo, telah berlangsung selama 13 tahun dan tidak pernah mendapatkan bantuan penyelesaian oleh pemangku kepentingan yang diberikan amanat oleh undang-undang untuk berpihak kepada rakyat.

“Banyak ibu-ibu Lansia yang pingsan karena kelelahan menunggu tetapi tidak ada satupun itikad baik mereka, walaupun hanya untuk bertemu dan berdialog dengan masa aksi,” sambungnya.

Ia menambahkan, sudah beberapakali Petani Sawit Batui mengalami intimidasi oleh aparat penegak hukum ketika berkebun, bahkan ada yang sampai dipidanakan atas tuduhan mencuri di tanah sendiri.

Olehnya, Ia berharap Pemda Banggai bisa turun tangan dan segera menyelesaikan konflik agraria yang tak kunjung usai ini. (*)

Editor: Jajad

Pos terkait