Mapel PAI dan Bahasa Arab Tetap Ada

  • Whatsapp
Zaenal Abidin
Kemenag Banggai Perjelas Keputusan Menteri Agama

BANGGAI RAYA- Kementerian Agama Kabupaten Banggai perlu meluruskan anggapan masyarakat seolah Pendidikan Agama Islam (PAI) dan pelajaran Bahasa Arab di madrasah dihilangkan. Rupanya, tidaklah demikian.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI menerbitkan surat nomor B-1264/DJ.1/Dt.I.1/PP.00/07/2020, tentang implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 792 tahun 2018, KMA nomor 153 tahun 2019 dan KMA nomor 154 tahun 2019.

Kepala Seksi Pendidikan Islam, Kemenag Kabupaten Banggai, Zaenal Abidin kepada Banggai Raya, Sabtu (11/7/2020) menhelaskan bahwa yang tidak berlaku lagi itu, bukan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di madrasah, tapi KMA 165 tahun 2014 tentang kurikulum 2013 yang tak lagi berlaku. Sebab sudah diganti dengan KMA nomor 183 tahun 2019 tentang kurikulum PAI dan Bahasa Arab di masdrasah.

“Hanya PMA-nya saja yang dicabut. Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada madrasah dimaksudkan sebagai panduan satuan pendidikan dalam mengimplementasikan kurikulum PAI dan Bahasa Arab di madrasah. Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada madrasah bertujuan untuk standarisasi kurikulum PAI dan Bahasa Arab di madrasah. Yang dinyatakan tidak berlaku bukan Mapel PAI dan Bahasa Arabnya, tapi KMA nomor 165 tahun 2014-nya, karena sudah terbit KMA baru, yakni KMA 183 dan KMA 184 tahun 2020. Dan dalam KMA yang baru tersebut Mapel PAI dan Bahasa Arab masih tetap ada,” urai Zaenal Abidin.

Surat Dirjen Pendis itu kata dia, implementasi kurikulum pada satuan pendidikan di bawah binaan Kementerian Agama Republik Indonesia pada jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah(MA) mulai tahun pelajaran 2020/2021.

Dalam surat itu dijelaskan beberapa poin. Pertama, pembelajaran pada RA berpedoman pada keputusan Menteri Agama RI nomor 792 tahun 2018 tentang pedoman implementasi kurikulum RA. Kedua, pengelolaan pembelajaran pada MI, MTs dan MA berpedoman pada keputusan Menteri Agama RI nomor 153 tahun 2019 tentang kurikulum pendidikan agama islam dan bahasa Arab di madrasah.

Keputusan Menteri Agama RI nomor 154 tahun 2019 tentang pedoman implementasi kurikulum pada madrasah, secara serentak pada semua tingkatan kelas mulai tahun pelajaran 2020/2021. Sehingga tidak ada lagi madrasah yang masih menggunakan kurikulum 2006.

“Ketiga dengan berlakunya KMA 183 tahun 2019 dan KMA 154 tahun 2019, maka mulai tahun pelajaran 2020/2021 KMA nomor 165 tahun 2014 tentang kurikulum 2013 mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab di madrasah sudah tidak berlaku lagi. Tapi masyarakat jangan salah mengerti, PAI dan Bahasa Arab tetap ada, hanya KMA-nya yang berubah,” pungkasnya. RUM

Pos terkait