Mahasiswa KKN Desa Gonggong Berikan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos, Begini Caranya!

  • Whatsapp
Mahasiswa KKN Posko Gonggong memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Berbagai program terus direalisasikan mahasiswa peserta KKN Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) di lokasinya masing-masing.

Tidak hanya program kelompok, mahasiswa juga merealisasikan program individu sesuai keilmuan yang dimiliki. Tentunya dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa tempat mereka ber-KKN.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dilakukan mahasiswa KKN Posko Gonggong, Kecamatan Banggai Tengah. Ia adalah Hajir Darises.

Dengan ilmu dan pengalaman yang dimilikinya, Hajir pun memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan daun mangrove. Sasarannya, aparat desa dan masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, Kompos merupakan senyawa organik yang telah terurai dan didaur ulang sebagai pupuk dan dapat berperan sebagai agen yang mampu mengubah fisio-kimia tanah.

Kompos berasal dari kumpulan senyawa organik yang telah membusuk, misalnya sampah rumah tangga, kertas, padi, dan berbagai macam sampah agrikultur lain.

Kompos juga kata dia, berguna sebagai nutrien untuk tanaman karena mengandung nitogen, fosfor, dan kalium serta mengandung mikro nutrien yang digunakan untuk pertumbuhan tanaman dan ketahanan tanaman.

Begini cara membuatnya, mudah dan cukup praktia. Petama alat yang digunakan yaitu parang dan karung. Bahan-bahan yang digunakan yaitu Daun mangrove, Serbuk Gergaji Kayu, Air, EM4 dan Gula merah atau Gula putih.

Caranya, pertama Potong-potong daun mangrove sampai halus. Setelah itu di campurkan bahan-bahan yang sudah di sediakan secara merata.

Untuk pemberian jumlah Air ,EM4 dan larutan gula secukupnya atau disesuaikan saja, agar terjaga kelembabannya saat difermentasikan.

“Berikutnya Kompos dibalik seminggu sekali dari luar ke dalam dan sebaliknya agar tercampur rata,” katanya.

Waktu  fermentasi ini kata Hajir, tergantung bahan yang dikomposkan, jika bahannya lunak contoh seperti sayuran dan buahan fermentasinya ±14-21 hari. Tapi jila.bahannya keras seperti ranting-ranting atau batang pohon waktu fermentasinya ± 28-42 hari.

“Untuk fermentasi daun mangrove ± 30 hari, sampai benar-benar kompos tersebut matang atau hancur.Jika sudah matang kompos siap di aplikasikan pada tanaman. Untuk pengaplikasiannya dengan perbandingan 1:3 (kompos 1 ; tanah 3),” bebernya.

Ia juga menerangkan bagaimana ciri-ciri kompos yang sudah matang atau siap dipakai untuk menyuburkan tanaman.

“Bentuknya sudah berubah menjadi lebih lunak, warnanya coklat kehitaman, tidak berbau menyengat dan mudah dihancurkan atau diremas,” tandasnya. (*)

Editor: Jajad

Pos terkait