Luwuk Utara Sampaikan Usulan Hasil Pra Musrenbang 2022, Berikut Uraiannya

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Pemerintah Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai menggelar rapat untuk membahas daftar usulan kegiatan hasil Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)  Tahun 2022, di aula pertemuan Kantor Camat Luwuk Utara, Jumat (28/1/2022).

Kegiatan yang dihadiri kepala desa dan lurah se Kecamatan Luwuk Utara itu, membahas 13 usulan dari kepala desa dan lurah yang terdaftar dalam usulan kegiatan hasil Pra Musrenbang RKPD tahun 2022, terdiri dari bidang infrastruktur dan bidang pendidikan serta bidang ketahanan pangan.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu, Camat Luwuk Utara, Ripody Penak dan Sekcam, Pardi M. Amir membawakan materi tentang Pra Musrenbang Kecamatan, serta Pendamping Desa (PD) Kecamatan Luwuk Utara, Winardi Kuangga membawa materi tentang Penggunaan Dana Desa (DD) terkait dengan PMK Nomor 190 Tahun 2021 dan Perpres Nomor 104 Tahun 2021.

Camat Luwuk Utara, Ripody Penak kepada Banggai Raya membenarkan konfirmasi tersebut.

“Iya, intinya hanya membahas hal-hal apa yang akan diusulkan dalam Musrenbang 2023, setelah diusulkan dari desa dan kelurahan. Jadi ini baru rapat awal saja, kemudian masih aka nada rapat finalisasi usulan prioritas dari desa dan kelurahan. Kira-kira seperti itu,” Kata Ripody Penak melalui pesan WhatsApp. 

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan usulan desa yang didanai melalui PIK Tahun 2022 oleh Kasi PMD Kecamatan Luwuk Utara, Fahrullah Efendy Lodik.

Bidang infrastruktur sebanyak lima desa dan dua kelurahan, yaitu Desa Lenyek sebanyak dua usulan, Dinas PUPR tentang pembangunan drainase atau riol beralamat di Dusun 1, RT 01 dan RT 02 dengan realisasi sepanjang 200 meter dengan anggaran sebesar Rp150 juta, Dinas Perkimtan tentang pengadaan lampu jalan, di Desa Lenyek, Dusun 1 dan 2 sebanyak 4 unit dengan anggaran Rp120 juta.

Desa Awu di Dinas PUPR tentang pembangunan tanggul untuk RT 6 dan RT 7 sepanjang 150 meter dengan anggaran sebesar Rp150 juta. Desa Boyou sebanyak dua usulan, yaitu Dinas PUPR tentang pembangunan jalan pemukiman di Dusun 3, RT 03 sepanjang 110 meter dengan anggaran Rp100 juta, serta Dinas Perkimtan tentang pembangunan/ regabilitasi/ peningkatan/ pengerasan jalan pemukiman di RT 01 dan RT 02 Dusun 2 sepanjang 100 meter dengan anggaran sebesar Rp100 juta.

Desa Salodik hanya satu usulan di Dinas Perkimtan tentang perbaikan jalan setapak sepanjang 150 meter dengan anggaran sebesar Rp100 juta.

Desa Biak hanya satu usulan di Dinas PUPR tentang pembangunan jembatan di RT 01 Dusun 1 sepanjang 32 meter dengana anggaran Rp606.147.066.

Kelurahan Kilongan di Dinas PUPR tentang peningkatan jalan lingkungan desa di lingkungan 1 dan 2 dengan anggaran sebesar Rp100 juta.

Kelurahan Kilongan Permai di Dinas PUPR tentang pembangunan pagar kantor sepanjang 200 meter dengan anggaran sebesar Rp200 juta.

Bidang pendidikan sebanyak tiga desa, diantaranya Desa Bunga di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) tentang pembangunan tribun di depan SDN Inpres Bunga, Dusun 1, RT 01 dengan anggaran sebesar Rp200 juta. Desa Lenyek di Dispora tentang pembangunan lapangan futsal di Dusun 1, RT 01 dengan anggaran sebesar Rp200 juta.

Desa Kamumu di Dinas Pendidikan tentang pembangunan pagar sekolah sepanjang 250 meter dengan anggaran sebesar Rp200 juta.

Bidang kesehatan dan bidang ekonomi serta bidang stunting tidak ada.

Bidang ketahan pangan, hanya satu desa, yaitu Desa Bunga di Dinas Perikanan tentang tambatan perahu di Dusun 1, 2 dan 3 sepanjang 700 meter dengan anggaran sebesar Rp200 juta. (*)

Penulis: Rum Lengkas

Pos terkait