Lumpoknyo Desa Ketahanan Pangan

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Komando Daerah Militer (Kodam) XIII Merdeka melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 1308 Luwuk Banggai menunjuk Dusun 3 Bangdes, Desa Lumpoknyo, Kecamatan Luwuk menjadi desa ketahanan pangan.

Jumat (17/7/2020) pekan kemarin, Panglima Kodam XIII Merdeka, Mayor Jenderal TNI Santos Matondang, S.IP, MM MTr (Han) menanam perdana sayur-sayuran di lokasi ketahanan pangan di desa tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI H. Farid Makruf, MA bersama istri, Dandim 1308 Luwuk Banggai, Letkol Inf. Fanny Fantouw bersama istri, jajaran Kodam XIII merdeka, Jajaran Korem 132 Tadulako dan jajaran Kodim 1308 Luwuk Banggai, Camat Luwuk, Arslan Lapalanti, TP-PKK Kecamatan Luwuk, Kepala Desa Lumpoknyo bersama aparatnya, TP-PKK Desa Lumpoknyo, Karang Taruna dan warga setempat.

Sekira pukul 10.00 pegi, Pangdam XIII Merdeka, Mayjen TNI Santos Matondang bersama rombongan tiba dilokasi kegiatan, dan diterima langsung oleh Kepala Desa Lumpoknyo, Muhammad Amirullah Lengkas.

“Kami ingin melaporkan bahwa Dusun 3 Bangdes, Desa Lumpoknyo, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai dalam keadaan aman, dan siap untuk dikunjungi Pangdam XIII Merdeka,” kata Kades Lumpoknyo.

Pangdam XIII Merdeka secara perdana menanam terong, dilanjutkan dengan panen tomat. Pangdam XIII Merdeka juga menyerahkan bantuan kepada murid-murid SDN Inpres Lumpoknyo dan warga desa. Setelah itu Pangdam XIII Merdeka beserta rombongan meninggalkan lokasi kegiatan untuk melanjutkan kunjungan kerjanya ke tempat lain di wilayah Kabupaten Banggai.

Kunjungan Pangdam XIII Merdeka di salah satu jajarannya, Kodim 1308 Luwuk Banggai, dalam rangka meyakinkan perintah yang dilaksanakan. Bersama pemerintah daerah (Pemda) Banggai dan masyarakat setempat, Kodim 1308 Luwuk Banggai memanfaatkan lahan tidur dengan cara menanam sayur-sayuran, jagung dan cabe serta tomat untuk membantu kestabilan perekonomian bangsa.

Lahan yang dipergunakan seluas 40 x 50 meter persegi di Dusun 3 Bangdes, Desa Lumpoknyo itu dengan penanaman terong, tomat, jagung dan buncis.

Pada kesempatan itu, kelompok tani di desa tersebut menampilkan hasil-hasil buminya. Kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan, dimana pemerintah desa telah menyediakan tempat cuci tangan, serta warga diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak. RUM

Pos terkait