LKPJ Bupati Banggai, Belanja Daerah 2023 Hanya Terealisasi 92,21 Persen

BANGGAI RAYA-Meskipun jumlah pendapatan dalam APBD Banggai terus mengalami peningkatan setiap tahun, namun ternyata pada pos belanja, selalu tidak terealisasi secara optimal.

Di tahun 2023 lalu misalnya, berdasarkan data Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banggai yang dibacakan Wabup Furqanudin dalam sidang paripurna DPRD Banggai, Senin malam (1/4/2024), dari target belanja sebesar Rp2.486.531.212.791 atau Rp2,4 triliun, namun realisasi belanja hanya sebesar 92, 21 persen atau sebesar Rp2.292.899.496.966.

Pada pos belanja operasi ditargetkan Rp1.698.459.372.614, terealisasi Rp1.551.211.106.798 atau 91,33 persen.
Pada belanja modal, ditargetkan Rp388.640.852.298, terealisasi Rp358.702.391.758 atau 92,30 persen.

Begitupun pada belanja tak terduga, dari target Rp17.665.698.330, terealisasi hanya Rp1.228.330.539 atau 6,95 persen.

Satu-satunya belanja yang terealisasi 100 persen, adalah belanja transfer untuk pemerintah desa sebesar Rp381,7 miliar.

Jumlah pendapatan sendiri yang dilaporkan pemerintah adalah sebesar Rp2.256.838.717.233 atau Ro2,2 triliun.

Pada pos pendapatan ini, realisasi PAD juga hanya mencapai 90,37 persen, dari target Rp239.361.148.568, tercapai Rp216.321.907.411.

Pada pendapatan transfer justru terealisasi 100,50 persen dari target Rp1,992 triliun menjadi Ro2,002 triliun.

Realisasi serapan belanja yang hanya ada di kisaran 90 persen itu mendapat sorotan dari Fraksi Gerindra. Juru bicaranya Masnawati Muhammad menilai, realisasi yang berada di bawah 100 persen itu harus jadi perhatian Pemda Banggai.

Rapat paripurna DPRD Banggai itu dipimpin ketuanya Suprapto dan dihadiri wakil ketua, anggota serta pimpinan OPD dan unsur Forkopimda. DAR

Pos terkait