Lawan Politik Dinasti, Politik Uang dan Nepotisme Politik, Banggai Bergerak Sasar Dapil 2

BANGGAI RAYA-Mimbar bebas lawan politik dinasti menyasar Dapil Banggai 2 (Pagimana, Bualemo, Lobu, Bunta, Nuhon dan Simpang Raya).

Dalam aksi yang dilakukan dua hari berturut-turut pada Minggu dan Senin (21-22/1/2024), 1.000 selebaran turut dibagikan di pelosok desa dan pasar-pasar. “Kemarin hingga hari ini kita membagikan selebaran dan mimbar bebas lawan politik dinasti,” ujar Rifat Hakim, salah satu koordinator aksi. Senin, 22 Januari 2024.

Dalam siaran persnya, Rifat menjelaskan bahwa sejak tahapan pencalonan pemilihan umum (pemilu) dimulai, Kabupaten Banggai telah dipertontonkan secara telanjang bagaimana daerah diambang berkuasanya politik dinasti.

“Telah kita ketahui bersama bahwa penguasa hari ini telah mendorong kakak, adik, ipar dan anak – anaknya untuk maju mencalonkan diri menjadi pejabat publik,” tutur Rifat.

BACA JUGA:  Tingkatkan Pelayanan, Kapolres Banggai Programkan SPKT Berbasis IT

Kata Rifat, pencalonan mereka adalah biasa dalam demokrasi, namun yang menjadi persoalan adalah jika sumberdaya milik negara, milik rakyat digunakan untuk mendapatkan kekuasaan.

“Dan apabila kita mencermati bahwa situasi akhir – akhir ini maka gejalanya telah menunjukan ke arah itu, yang apabila situasi itu benar terjadi dan terwujud maka jelas tindakan tersebut adalah pengkhianatan yang nyata terhadap rakyat,” ungkapnya.

Menurut dia, telah menjadi desas – desus di tengah rakyat bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) patut diduga telah dimanfaatkan untuk tidak netral, walaupun jelas itu adalah perbuatan melanggar hukum.

Struktur negara yang seharusnya melayani rakyat kini berubah fungsi menjadi alat kekuasaan untuk melayani kepentingan politik keluarga.

“Dan yang paling mencederai rasa keadilan kita adalah politik uang yang merupakan salah satu bentuk kejahatan luar biasa dan merupakan tindak pidana pemilu justru dijadikan senjata utama untuk meraih kekuasaan,” ungkap aktivis yang juga Ketua DPC GMNI Luwuk Banggai.

BACA JUGA:  Kapolres Banggai Minta Personelnya Jaga Nama Baik Keluarga dan Polri! 

Dalam mimbar bebas itu, Banggai Bergerak menjelaskan bahwa pertautan antara nepotisme politik (politik kekeluargaan), ketidaknetralan birokrasi dan politik uang adalah dasar lahirnya politik dinasti.

“Kini sudah saatnya kita menjadi sadar dan paham untuk tidak lagi ditipu dan dibodohi oleh janji palsu dan bujukan sesat politik uang,” sambung pria yang akrab disapa Akram ini.

Ia mengatakan, jangan lagi rakyat tertipu dengan uang seratus ribu, dua ratus ribu, namun secara jangka panjang harga kebutuhan pokok selalu naik dan membuat rakyat susah mendapatkan asupan gizi yang baik, merasakan layanan air bersih yang buruk, layanan listrik yang buruk , serta tidak tersedianya lapangan pekerjaan untuk anak – anak muda, hanya karena rakyat salah memilih wakil dan pemimpin.

BACA JUGA:  Kapolres Banggai Jalin Silaturahmi Bersama Jurnalis

“Sudah saatnya kita bangun demokrasi sejati di daerah kita, sudah saatnya kita wujudkan kualitas pemilu yang berdaulat, sehingga anak petani, anak nelayan, anak tukang ojek dan anak buruh bangunan jika punya kompetensi, integritas serta rekam jejak yang baik, dapat juga menjadi wakil dan/atau pemimpin daerah ini dan kesejahteraan dapat kita wujudkan bersama di daerah yang kaya ini,” tutupnya.

Banggai Bergerak juga menuntut dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melawan nepotisme politik, mengawal dan menjaga netralitas ASN dan kepala desa, serta melawan segala bentuk politik uang.**

Pos terkait