Lakukan Terobosan, Jihan Mahasiswi KKN Posko Gonggong Ini Ciptakan ‘Lulur Kopi’

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Berbagai inovasi dilakukan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) dalam menjalankan program kerja KKN. Seperti yang dilakukan mahasiswi peserta KKN Posko Desa Gonggong, Kecamatan Banggai Tengah.

Ia adalah Jihan Safira. Melalui keterampilan yang dimilikinya, mahasiswi ini membuat satu terobosan baru dengan menciptakan produk lulur kopi untuk kecantikan. Terobosan ini memanfaatkan bahan baku berupa kopi, beras dan kunyit.

Bacaan Lainnya

Adapun cara pembuatan lulur kecantikan ini, pertama dimulai dari pembuatan kopi bubuk yang dilakukan dengan menyangrai Biji Kopi Robusta. Pastikan apinya kecil, hingga biji kopi matang. Berikutnya dilakukan penggilingan hingga menjadi bubuk kopi.

Setelah itu, dilanjutkan pembuatan kunyit bubuk yang dilakukan dengan cara mengupas dan memotong kunyit menjadi berukuran kecil yang kemudian disangrai. Hingga kadar airnya turun atau air menguap.

Setelah kunyit mongering, kemudian dihaluskan. Bisa menggunakan blender. Apabila tidak segera dihaluskan maka tekstur renyah dari kunyit kering akan berkurang dan akan berdampak pada tingkat kehalusan kunyit bubuk.

Setelah dihaluskan menggunakan blender, kemudian diayak. Sehingga dihasilkan butiran kunyit yang paling halus. Berikutnya dilanjutkan dengan pembuatan beras bubuk dengan cara ditumbuk. Kemudian beras langsung diblender dan diayak untuk mendapatkan butiran beras yang lebih halus.

Setelah semua bahan baku benar-benar bubuk, dilakukan pencampuran bahan dengan perbandingan 3:1:1, yaitu kopi bubuk sebanyak 30 gram dicampurkan dengan kunyit bubuk 10 gram dan beras bubuk 10 gram.

Menurut Jihan Safira, ini khasit lulur untuk kencatikan yang dibuatnya. Pertama, Kopi mengandung partikel yang sangat baik untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan melembabkan kulit (Rohmah, 2016). Biji kopi mengandung senyawa polifenol 0,2% yang bermanfaat sebagai antioksidan untuk menjaga kesehatan kulit (Wulandari et al, 2019).

Selain itu lulur dari biji kopi dapat mengangkat sel kulit mati, serta mampu menghilangkan flek hitam pada kulit dan memudarkan bekas luka. Ekstrak yang berasal dari buah kopi memiliki potensi anti penuaan. Oktaviana dan Yenny (2019) menambahkan, ekstrak tersebut kaya akan antioksidan polifenol, termasuk asam klorogenik, proantosianidins, asam quinik dan asam ferulik.

Atas kepiawaiannya, Jihan mendapatkan apresiasi karena mampu menciptakan satu terobosan dalam  menjalankan program KKN-nya.

Apresiasi itu seperti diungkapkan Dosen Pembimbing Lapangan, Wahyudin Abdul Karim yang juga Kaprodi Pendidikan Biologi kepada Banggai Raya, Jumat (5/8/2022).

“Kami selaku DPL tentunya sangat bangga. Karena ini merupakan program individu masing-masing mahasiswa. Ini luar biasa, dan tentunya bisa dikembangkan di tengah masyarakat. Paling tidak, masyarakat tidak perlu lagi membeli lulur, cukup membuatnya dengan menggunakan tiga bahan ini,” ujarnya.

Menurut Wahyudin Abd Karim, program KKN tahun ini memang diharapkan dapat membantu masyarakat tempat di mana mahasiswa melaksanakan KKN.

“Melalui sumber daya yang ada di desa, seperti kopi gonggong yang sudah terkenal di Kabupaten Banggai Laut. Melalui program yang kita canangkan yakni Teknologi Tepat Guna (TTG) mahasiswa bisa berinovasi dengan membuat terobosan baru yaitu Lulur Kopi Gonggong,” katanya.

Ia berharap, produk ini dapat dibuat satu brand baru sehingga bisa dipasarkan sampai ke Kabupaten Banggai, bahkan kabupate tetangga lainnya. (*)

Editor: Jajad

Pos terkait