Lahan Dipakai Jalur Pipa, Warga Tuntut Tanggungjawab Pertamina EP DMF

BANGGAI RAYA-Rusman dan Jaharudin, dua warga Desa Sindangsari Kecamatan Toili Barat yang lahannya dilewati jalur pipa PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF), meminta agar pihak perusahaan hulu migas itu bisa menyelesaikan ganti rugi atas penggunaan lahan mereka.

Tuntutan warga itu ditangani oleh Komisi 1 DPRD Banggai melalui rapat dengar pendapat ydng digelar Senin (29/5/2023).

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

Keduanya meminta agar perusahaan hulu migas yang beroperasi di Kabupaten Banggai itu menyelesaikan tuntutan mereka dengan membayar ganti rugi atas lahan yang telah digunakan selama beberapa tahun ini. Apalagi kata mereka, terdapat lebih 60 pohon sawit yang ditebang untuk jalur pipa.

Ia bahkan mengatakan, bila perusahaan tak menyelesaikan masalahnya, lebih baik jalur pipa itu dipindahkan saja dan pohon sawit yang telah ditebang agar ditanam ulang.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

Persoalan ini sudah bertahun-tahun mereka keluhkan, namun baru kali ini mulai tanggapi.

Ketua Komisi 1 DPRD Banggai Irwanto Kulap mengatakan, dewan akan berusaha menyelesaikan persoalan warga. Untuk lebih memperjelas pemahaman soal masalah itu, DPRD Banggai melalui komisi I akan turun lapangan pada Rabu, 31 Mei 2023.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

Sementara itu anggota DPRD Banggai Bahtiar Pasman mengatakan, bila memang benar lahan milik warga telah digunakan oleh perusahaan dan belum ada penyelesaian, maka masalah ini sederhana, yakni perusahaan mau memberi ganti rugi atau tidak. DAR/**

Pos terkait