Kunker ke Bangkep, Pangdam XIII/Merdeka Hadiri Sidang Sinode SAG Sulutteng

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Wanti Waranei F. Mamahit, M.Si., melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Kamis (7/10/2021).

Bersama rombongan, kunjungan Pangdam di Banggai Kepulauan ini untuk menghadiri undangan Sidang Sinode Am Gereja-gereja Sulut, Sulteng dan Gorontalo (SAG Sulutteng) yang berlangsung di BPU Salakan, Kecamatan Tinangkung, Bangkep.

Bacaan Lainnya

Pandang XIII Merdeka memberikan materi kepada peserta sidang Sinode. FOTO: KODIM 1308/LB

Sekaligus memberikan paparan materi tentang Strategi Penanggulangan intoleransi, Eksteimisme dan Terorisme di Indonesia.

Turut mendampingi, Kolonel Inf. Idris Soemantri Roni S.I.P., Aster Kasdam XIII/Mdk,. dan Kolonel Inf. Antonius Totok Chris Hardjoko Asren Pangdam XIII/Mdk.

Kemudian, Letkol Inf. Fanny Pantouw S.Sos, Tr. Han, Dandim 1308/LB, Kapten Inf. Zulfikar, Danki C Yonif 714/SM, Lettu Inf. D. Lahope,.Pasi Intel Dim 1308/LB Letda Inf. Romel Kamea Dan Unit Dim 1308/LB, Letda CKM Aulia Siregar, dr. Polkes Dim 1308/LB, dan Serka Yusman, Ajudan.

Kehadiran rombongan Pangdam XIII/Merdeka ini disambut langsung oleh Bupati Bangkep, H. Rais D Adam, Wabup Salim J Tanasa, Ketua DPRD Bangkep, Rusdi Sinaling, Kajari Balut, Fauzal SH. MH, Sekda Bangkep, Rusli Moidadi, ST. MM., Wakapolres Bangkep, Kompol Hamdan, S.Kom. S.Mi., Danramil 1308-10/Salakan, Kapten Abd Azis dan sejumlah pejabat lainnya.

Tiba di Pelabuhan Rakyat Salakan sekitar Pukul 15.00 Wita, Pangdam XIII/Merdeka disambut dengan tarian cakalele. Kemudian menuju Rujab Bupati Bangkep.

Agenda berikutnya, Pangdam menghadiri Sidang Sinode yang digelar di BPU Salakan.

Dalam kesempatan itu, Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Wanti Waranei F. Mamahit memberikan materi tentang Strategi Penanggulangan Intoleransi, Eksteimisme dan Terorisme di Indonesia kepada peserta Sidang ke VIII Sinode Am Gereja- gereja.

Adapun inti materi yang disampaikan antara lain, disebutkan secara fisik Indonesia tidak bersentuhan persoalan kudeta Taliban di Afganistan, namun peristiwa ini terkait erat dengan persoalan gerakan terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Pangdam juga membeberkan tentang tipologi kelompok radikal.

Dijelaskan, radikal gagasan adalah kelompok yang secara gagasan radikal namun tidak terlibat kekerasan.

Kemudian, Radikal Milisi adalah kelompok dalam bentuk milisi yang terlibat dalam konflik. Radikal Premanisme adalah kelompok dalam bentuk kekerasan tertuang kemaksiatan.

Radikal lainnya yakni kelompok yang menyerukan kepentingan kolompok Politik, Sosial, Ekonomi dan lain-lain. Terakhir radikal teroris yakni kelompok yang mengusung dan mengatasnamakan Ideologi.(*)

Pos terkait