Kota Banggai, Ibu Kandung Tiga Kabupaten yang Mulai Bersolek

BANGGAI RAYA-Banyak warga yang baru berkunjung di tiga kabupaten paling timur Sulawesi Tengah, dibingungkan dengan nama hingga letak ibukotanya. 

Yah, sepintas memang lumayan membingungkan. Sebab ada Kabupaten Banggai (nama kabupaten induk wilayah Banggai setelah mekar dari Kabupaten Poso), kemudian ada Kabupaten Banggai Kepulauan atau disingkat Bangkep, dan berikutnya ada Kabupaten Banggai Laut atau disingkat Balut.

Yang membuat bingung, adalah pada letak ibukotanya, terutama antara Kabupaten Banggai dan Kabupaten Balut. Kabupaten Banggai sendiri beribukota di Kota Luwuk, sementara Kabupaten Balut atau Banggai Laut beribukota di Banggai. 

Kota Banggai sendiri, berada di Banggai Laut. Dulunya merupakan kota induk bagi wilayah Kerajaan Banggai yang wilayahnya meliputi seluruh wilayah Kabupaten Banggai, Kabupaten Bangkep dan Kabupaten Balut. Sebagai induk, maka di kota tersebut berdiri Keraton atau pusat pemerintahan, tempat para Raja Banggai bersama perangkatnya bermukim dan memimpin tanah Banggai.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

Sementara Kota Luwuk sendiri yang kini menjadi ibukota Kabupaten Banggai, adalah daerah perniagaan, termasuk menjadi lokasi bermukim sejumlah pejabat Belanda. Karena kondisinya sebagai kota niaga, maka Luwuk akhirnya ramai dan banyak didatangi orang dari luar. Dan saat Banggai berdiri sebagai kabupaten, lepas dari Kabupaten Poso, Luwuk akhirnya ditetapkan menjadi ibukota. Sementara Kota Banggai, baru sekadar menjadi ibukota kecamatan.

Saat pemekaran wilayah kepulauan menjadi Kabupaten Bangkep, Kota Banggai sempat menjadi ibukota selama beberapa tahun pertama. Namun undang-undang yang  menjadi dasar berdirinya Kabupaten Bangkep, ternyata mengatur masa waktu tertentu untuk pindahnya ibukota Bangkep dari Kota Banggai ke Kota Salakan. Pada situasi ini, sempat terjadi pergolakan hingga terjadinya peristiwa penembakan terhadap warga yang menolak pemindahan ibukota Bangkep. Karena kondisi itulah, akhirnya digagas pemekaran Banggai Laut atau Balut dengan ibukota di Banggai.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

Pada perkembangannya, Kota Banggai yang resmi menjadi ibukota Balut akhirnya terus mengalami kemajuan. Pusat Kerajaan Banggai itu berkembang pesat dan kini telah menunjukkan tanda-tanda sebagai kota modern. Kehidupan kota sudah berlangsung hingga tengah malam, apalagi lapangan di tengah kota Banggai sudah disulap oleh Pemda Kabupaten Balut menjadi Taman Kota Banggai, lengkap dengan sarana hiburan dan aneka kuliner. Ibukota Balut itu benar-benar telah bersolek, layaknya kota modern. Warga sudah memiliki ruang terbuka di pusat kota, menjadi sarana berbagai kegiatan dan tempat bertemunya warga, lengkap dengan aneka kuliner dan fasilitas bermain anak.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

Kota Banggai juga memiliki sarana umum seperti hotel dan restoran yang kian modern, layaknya fasilitas yang ada di kota-kota lain. Sementara Keraton Banggai sebagai tempat kegiatan budaya dan adat Istiadat, tetap dipertahankan.

Ke depan, Kota Banggai akan terus berkembang ditandai dengan mulainya pembangunan bandar udara (Bandara),  sehingga kian menopang arus kunjungan, di samping Pelabuhan Banggai yang juga menjadi tempat persinggahan berbagai jenis kapal dari luar daerah. DAR/**