Koperasi Sawit Sakit, Bupati Desak RAT di Graha Pemda

  • Whatsapp
Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin Tamoreka

BANGGAI RAYA- Keberadaan Koperasi Sawit Maleo Sejahtera (SMS) bentukan PT Sawindo Cemerlang yang seharusnya menaungi para petani plasma, dinyatakan sudah dalam keadaan sakit. Pernyataan sakitnya koperasi SMS itu ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Banggai, Ernaini Mustatim, dalam pertemuan terkait kisruh PT Sawindo Cemerlang dan petani plasma, Rabu (15/9/2021) di ruang rapat kantor bupati.

Kadis yang akrab disapa Emy Mustatim itu bahkan menyebut, bila diibaratkan penyakit, kondisinya sudah stadium 3. “Koperasi itu tidak menggelar rapat anggota tahunan sejak berdiri Tahun 2013, tidak ada laporan, dan perusahaan Sawindo yang menjadi mitra sekaligus bapak angkatnya tidak mengindahkan surat Dinas Koperasi untuk segera menggelar rapat anggota,” tandas Emy dalam rapat yang dipimpin Bupati Banggai Amirudin Tamoreka.

Bacaan Lainnya

Koperasi ini kata dia, suda dinyatakan sakit, namun tidak pernah datang ke Dinas Koperasi untuk melakukan koordinasi dan konsultasi terkait pembinaan. Begitu juga dengan PT Sawindo kata dia, suda berjanji melakukan perbaikan, namun sampai kini tidak melakukan perbaikan koperasi itu.

Ernaini bahkan sempat membeber pembicaraannya dengan Ketua Koperasi SMS Nur Agama, yang saat ini sudah meninggal. ’’Almarhum Nur Agama sempat membeber bahwa koperasi itu tidak memiliki uang simpanan, sebab semuanya dijalankan perusahaan,’’ kata Ernaini.

Kondisi koperasi SMS yang dikeluhkan petani sawit dan telah ditegaskan Kadis Koperasi sebagai koperasi yang berada dalam status sakit, membuat Bupati Banggai Amirudin mengambil sikap dengan memerintahkan segera menggelar rapat anggota tahunan. ‘’Saya pinjamkan gedung Graha Pemda sebagai tempat RAT, agar rapat itu bisa segera dilaksanakan,’’ tandas Amirudin.

Melalui forum rapat itu, bupati berharap petani memilih pengurus yang benar-benar bisa mewakili kepentingan mereka. Ia juga mengatakan agar perusahaan membantu terlaksananya rapat, namun bukan melakukan intervensi. “Jangan ada yang melakukan intervensi, agar persoalan petani bisa terurus dengan baik dan koperasi benar-benar menjadi wadah petani dalam menjalin kemitraan dengan perusahaan perkebunan,” tekan bupati. (*)

Penulis: Iskandar Djiada

Pos terkait