Kemendikbud Keluarkan Panduan PTM Terbatas

  • Whatsapp
ILUSTRASI siswa SMAN 1 Luwuk saat mengikuti ujian secara daring. FOTO RUM LENGKAS

BANGGAI RAYA- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia telah mengeluarkan Panduan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah di Masa Pandemi Covid-19 sejak tanggal 2 Juni 2021.

Demikian disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah Wilayah V, Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah, Abdurrahman Abdillah Y Rumi kepada Banggai Raya, Minggu (13/6/2021).

Bacaan Lainnya

Latar belakang terbitnya panduan PTM Terbatas kata dia, karena Pandemi Covid-19 telah mempegaruhi penutupan sekolah, dimana kegiatan pembelajaran menjadi pembelajaran jarak jauh. Pandemi Covid-19 mengakibatkan hilangnya kesempatan belajar yang berakibat pada penurunan penguasaan kompetensi peseta didik.

“Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pembelajaran yang berdasar pada kemampuan dasar anak untuk dikembangkan sesuai kontinum perkembangan kompetensi. Pemerintah mengkaji kebijakan pembelajaran yang mengacu pada prinsip penyelenggaraan pendidikan selama Pandemi Covid-19, yaitu kesehatan dan keselamatan serta mempertimbangkan tumbuh kembang, dan hak anak selama Pandemi Covid-19,” kata Abdurrahman Abdillah Y Rumi.

Menurut dia, adanya penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang mendorong dan mengatur pertemuan tatap muka terbatas.

Lebih lanjut, Abdurrahman menjelaskan, prinsip panduan, yaitu alat bantu, panduan ini adalah alat bantu bagi satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran di masa Pandemi Covid-19. Pengguna utama adalah guru dan tenaga kependidikan sesuai kondisi daerah dan satuan pendidikan.

Integrasi, panduan ini menampilkan teks utama yang didukung dengan glosarium dan sumber belajar yang membantu pembaca untuk langsung memahami atau mempelajari konsep pada teks utama.

“Panduan juga akan disosialisasikan melalui beragam cara dan kanal. Kemudian orientasi pada anak, pertimbangan utama dalam memilih strategi/teknik yang ditampilkan pada panduan adalah kebermanfaatan sebesar-besarnya terhadap anak. Diharapkan panduan ini bisa mendorong pembelajaran yang mengantisipasi dampak negatif learning loss,” harapnya.

Ia mengutarakan adanya kisi-kisi panduan, yaitu pertama panduan yang menjelaskan tentang latar belakang, tujuan, sasaran, manfaat, ruang lingkup dan ukuran keberhasilan. Kedua, penyelenggaraan pembelajaran Paudikdasmen di masa Pandemi Covid-19, yaitu ketentuan pokok penyelenggaraan pembelajaran untuk Paudikdasmen di masa Pandemi Covid-19, tugas dan tanggungjawab satuan pendidikan, ketentuan pembelajaran tatap muka terbatas dan sumber pendanaan.

Ketiga, implementasi pembelajaran Paudikdasmen di masa Pandemi Covid-19, yaitu konsep, prinsip, dan strategi pembelajaran Paudikdasmen di masa Pandemi Covid-19, pengelolaan dan jadwal pembelajaran di satuan pendidikan, serta rencana pelaksanaan dan jadwal pembelajaran kelas/mata pelajaran.

Keempat, penjamin mutu pembelajaran Paudikdasmen di masa Pandemi Covid-19, yaitu pemantauan pembelajaran dan tindak lanjut pengembangan pembelajaran. Dan kelima lampiran, yaitu daftar tautan peraturan, daftar tautan sumber pembelajaran, dan poster pembelajaran Paukdikdasmen di masa Pandemi Covid-19.

“Sosialisasi panduan, panduan akan dikirimkan kepada dinas pendidikan dan kementerian terkait melalui surat elektronik atau email. Panduan dapat diunduh di laman yang telah tersedia. Panduan akan disosilaisakan pada rangkaian webinar untuk publik melalui kanal Youtube sejumlah unit kerja,” ujarnya.

“Panduan akan menjadi bahan pelatihan guru secara daring asinkron melalui guru belajar dan berbagi. Panduan juga akan disosialiasikan oleh kementerian terkait, mitra pembangunan, dinas pendidikan, Kanwil Kementerian terkait, satuan pendidikan, orginsasi pendidikan, perusahaan, dan komunitas pendidikan lainnya,” pungkasnya.

Pos terkait