Kemajuan MTsN 1 Banggai Butuh Partisipasi Orang Tua Siswa

  • Whatsapp
MTs Negeri 1 Banggai. FOTO RUM LENGKAS

BANGGAI RAYA- Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banggai yang berlokasi di jalan S.Parman, Kecamatan Luwuk menjadi sekolah yang sangat diminati oleh warga Luwuk Banggai. Apalagi saat ini dengan gaya kepala MTs Negeri 1 Banggai, Jamil Hasyim.

Dulunya MTsN 1 Banggai tidak dipandang oleh masyarakat Luwuk, tapi hari ini pandangan orang tertuju ke MTsN 1Banggai. Wajarlah karena MTsN 1 Banggai melakukan perubahan-perubahan dalam memberikan pembelajaran terhadap para siswa.

Bacaan Lainnya

Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banggai, Jamil Hasyim mengakui, bahwa majunya MTsN 1 Banggai tidak lepas dari kerja-kerja para kepala madrasah sebelumnya, serta peran aktif para orang tua siswa yang ingin memajukan MTsN 1 Banggai.

Menurut mantan Kepala MIN 4 Banggai ini, untuk memajukan madrasah sebelumnya berdarah-darah, dulunya madrasah tidak dipakai. Makanya, sangat dibutuhkan bantuan orang tua siswa demi memajukan madrasah ini.

“Hari ini kita tinggal tolak siswanya, karena ada kepercayaan yang terjadi di dalamnya. Sebab madarasah itu maju harus ditopang dengan budgeting, dengan kemampuan keuangan. Apalagi ukuran madrasah seperti ini, maka peran aktif orang tua siswa sangat penting dalam memajukan madrasah ini. Kami dituntut untuk mampu mengembangkan prestasi madrasah dan mengembangkan majunya madrasah. Itu terbukti, siswa kami lebih banyak, tanpa harus kami memanggil warga untuk masuk bersekolah di MTsN 1 Banggai,” kata Jamil Hasyim kepada Banggai Raya, di ruang kerjanya, Sabtu (18/6/2022) pekan kemarin.

Ia tidak mengelak, dalam PPDB tahun ajaran 2022/2023 ini, pihak MTsN 1 Banggai sangat butuh uluran tangan dari orang tua siswa dalam pengadaan sarana pembelajaran bagi para peserta didik, sebab dana Bos sudah ada pos-pos-nya yang sesuai Juknis.

Bantuan itu kata dia, tidak mengikat atau tidak dipaksakan. Selama tiga tahun siswa mengikuti pendidikan di MTsN 1 Banggai hanya sekali memberikan bantuan ke madrasah.  Dulunya, ada namanya uang komite, tapi sekarang sudah tidak ada. Apalagi Pemprov Sulteng sudah mengeluarkan aturan.

MTsN 1 Banggai sebut dia, selama pembelajaran di sekolah, masih membutuhkan sarana pembelajaran, seperti kursi. Sedangkan kursi dan meja belajar di MTsN I Banggai sudah banyak yang rusak. Sebab, selama tiga tahun itu, belum ada bantuan dari pemerintah untuk kursi dan meja.

 “Anak-anak mau belajar dimana, kerusakan-kerusakan seperti itu, siapa yang akan menggantikan. Kami dituntut bagaimana madarasah supaya maju. Sedangkan masyarakat menuntut dan menjadi tujuan serta harapan di MTsN 1 Banggai dalam mendidik karakter anak-anak yang berbudi pekerti luhur. Itu hanya ada di madrasah,” cetusnya. RUM

Pos terkait