Keluarkan Edaran, Gubernur Larang Pembelajaran Tatap Muka!

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengeluarkan surat edaran tentang Penegasan Larangan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Oranye dan Merah. Surat edaran yang bernomor 420/532/Dis. Dikbud, tertanggal 28 September 2020 itu, ditujukan kepada Bupati/Walikota se Sulteng, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulteng dan Kepala SMA/SMK/SLB se Sulteng.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah Wilayah V, Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut, Provinsi Sulteng, Abdurrahman Abdillah Y Rumi kepada Banggai Raya membenarkan hal tersebut.

“Kami telah menerima surat edaran dari pak gubernur. Dan itu untuk ditindaklanjuti dan dipedomani,” kata Abdurrahman Abdillah Y Rumi melalui pesan WhatsApp, Kamis (1/10/2020).

Menurut dia, surat edaran tersebut menunjuk instruksi Presiden nomor 6 tahun 2020, tentang disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, serta lonjakan perkembangan konfirmasi terpapar Covid-19 di wilayah Provinsi Sulteng yang mengalami penambahan cukup signifikan.

Dalam edaran itu, Gubernur Longki Djanggola menegaskan penyelenggaraan pembelajaran pada zona oranye dan merah di semua satuan pendidikan, PAUD/RA/SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK/SLB dan satuan pendidikan lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah, supaya dilakukan dengan belajar dari rumah secara Daring/Online/Luring/Modul dan atau sejenisnya, dengan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki.

Kemudian, Kepala satuan pendidikan  agar senantiasa memberi tema pembelajaran secara daring terkait pencegahan Covid-19, sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat dan warga sekolah. Larangan pembelajaran tatap muka untuk praktik, prakerin di satuan pendidikan SMK, baik daerah asal maupun daerah tujuan berada pada zona oranye dan merah.

Proses belajar dari rumah secara online/daring/luring/modul, atau sejenisnya berlaku dari awal tahun pelajaran sampai pada tanggal 31 Desember 2020.

“Semua komponen warga sekolah agar ikut melakukan pengawasan dan memastikan siswa-siswinya melakukan aktivitas belajar dari rumah selama masa waktu yang ditentukan. Kepala-kepala satuan pendidikan yang melanggar surat edaran Gubernur Sulteng ini, akan diberikan sanksi sesuai dengan kewenangannya masing-masing,” tekannya. RUM

Pos terkait