Kejari Banggai Eksekusi Terpidana Penipuan Proyek Fiktif di Luwuk

BANGGAI RAYA-Tim jaksa eksekutor bersama gabungan PAM SDO Kejaksaan Negeri Banggai melakukan eksekusi terhadap Hari Saktiono Suleman, terpidana kasus penipuan proyek pengadaan fiktif, Jumat (7/7/2023) sekitar pukul 21.30 Wita bertempat di rumah terpidana.

Eksekusi didasarkan pada putusan Mahkamah Agung RI nomor : 627 K/PID/2023 tanggal 20 Juni 2023.

Sebagaimana siaran pers Kasi Intel Kejari Banggai Firman Wahyudi, disebutkan bahwa dalam amar putusan, terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diancam dan diatur melanggar Pasal 378 KUHP. Terpidana dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 8 (delapan) bulan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

BACA JUGA:  Alasan Ahmad Ali Dukung Sulianti Murad, Tinggalkan Amirudin

Kronologis kasus tersebut,
pada sekitar Desember 2021, terdakwa menawarkan kepada saksi korban kerja sama di bidang pengadaan barang di perusahaan migas di Kabupaten Banggai, dengan janji saksi korban akan mendapatkan keuntungan 25 persen dari modal. Atas penjelasan terpidana tersebut, saksi korban tertarik, dan untuk memuluskan perbuatannya selanjutnya terpidana membuat beberapa penawaran fiktif berisikan barang-barang yang dibutuhkan perusahaan. Hal tersebut menambah keyakinan saksi korban hingga saksi korban menuruti semua permintaan dana yang diperlukan terpidana.

BACA JUGA:  Sepupu Berkelahi di Luwuk, Satu Meninggal

Namun setelah uang sebesar kurang lebih Rp348.404.000 (tiga ratus empat puluh delapan juta empat ratus empat ribu rupiah) diserahkan kepada terpidana, keuntungan yang dijanjikan terpidana tidak pernah diterima dan setiap saksi korban meminta uangnya dikembalikan, namun terpidana selalu menghindar tanpa memberikan alasan yang jelas.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Toili Sambut Ahmad Ali-Sulianti Murad

Selanjutnya tim jaksa eksekutor membawa terpidana ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk. DAR/**

Pos terkait