Kehadiran Pertamina EP, Hidupkan UMKM Batik Sambiloto Hingga Eksis dan Berkembang

Kehadiran Pertamina EP Sukowati Field, dapat membantu menghidupkan kembali Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Batik Sambiloto yang dikelola Tatik (52) bersama rekannya, hingga eksis dan berkembang. FOTO; ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Kehadiran Pertamina EP Sukowati Field, dapat membantu menghidupkan kembali usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Batik Sambiloto yang dikelola Tatik (52) bersama rekannya.

Program Batik Sambiloto yang dikelola Tatik di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro yang sempat terhenti karena pandemi Covid, kini eksis dan berkembang pesat. 

Selain eksis dan laris di pasaran, melaui Batik Sambiloto, Tatik mampu menorehkan sejumlah penghargaan. Penghargaan diterimanya, mulai tingkat kabupaten hingga provinsi.

Nama Batik Sambiloto sendiri ini, termotivasi dari daun Sambiloto yang ada di Desa Sambiroto. Di mana daun Sambiloto memiliki khasiat obat, dan ini menjadi ikon kebanggaan bagi masyarakat.

Bisa berkembang dan eksis, Tatik yang juga Guru TK itu membagikan cerita perjalanannya hingga saat ini kepada rekan-rekan wartawan dalam acara Media Gathering 2024 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Senin 3 Juni 2024, di Bandung.

Bisa membatik dan membawa UMKM berkembang bersama Pertamina EP, Tatik mengaku awalnya sering ikut pelatihan.

BACA JUGA:  Rayakan Iduladha 1445 Hijriah, DSLNG Berbagi Kurban 17 Ekor Sapi

Untuk bisa belajar membatik, Tatik harus mengayuh sepeda ontelnya sejauh 5 Kilometer dari kediamannya.

“Prinsip saya itu, ingin punya banyak teman dan bisa berkreasi dengan ilmu yang dimiliki seadanya. Bagaimana saya bisa mengajak ibu-ibu di desa saya untuk belajar bersama,” ucap Tatik.

Untuk mengembangkan batik di desanya, Tatik membetuk kelompok usaha bersama rekan-rekannya.

Namun sayang, berjalannya waktu, pandemi covid melanda. Kelompok usaha batik pun yang baru dirintisnya harus terhenti.

“Terpaksa terhenti, karena tidak ada pemasukan. Kadang juga tidak terjual dan modal habis,” tutur Tatik.

Mau tidak mau, kelompok membatik yang diikuti ibu-ibu desa pun harus bubar. Dan sempat terhenti cukup lama.

Setelah beberapa lama, kabar baik pun datang dari Pemerintah Desa Sambiroto Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

“Alhamdulillah, ada kabar baik dari desa yakni Pertamina EP memberikan solusi program pemberdayaan. Desa pun meminta saya untuk kembali membuat kelompok,” kenang Tatik.

BACA JUGA:  Meneropong Keadilan Islam dalam Kasus Vina, Sebelum 7 Hari: Sebuah Refleksi Hukum dan Moral

Mendapat kabar baik itu, Tatik pun tak menyia-nyiakan kesempatan dan kembali mengajak ibu-ibu di desanya untuk membentuk kelompok batik.

“Setelah itu, kami diberikan pelatihan-pelatihan dari Pertamina EP dan diberikan fasilitas. Selain pelatihan, kami dibuatkan cap (motif batik),” terangnya.

Dari sinilah, UMKM Batik Sambiloto yang dikelola Tatik bersama rekan-rekannya kian eksis dan berkembang. Rata-rata penghasilan per bulan, kini berada di angka Rp3,5 juta.

Untuk pemasarannya, produk Batik Sambiloto ini dipasarkan melalui online seperti media sosial WhatsApp dan Instagram. Juga menyasar ke kantor-kantor instansi pemerintah.

Harganya pun cukup terjangkau, tidak menguras kantong. Batik berciri khas Indonesia itu, hanya dibandrol Rp160 Ribu untuk ukuran dua meter.

Kemudian, Tatik memiliki hak cipta merek yakni Kembang Sambiloto. Setidaknya ada sembilan  hak cipta motif batik khas Bojonegoro.

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta Tujuan Danau Ubur-Ubur Bokan Kepulauan Karam di Perairan Matanga

Untuk menjaga eksistensi dan pengembangan, UMKM Batik Sambiloto juga melakukan kegiatan edukasi, dengan membuka kelas batik. Kelas batik ini, sasarannya adalah peserta didik TK, SD, SMP, dan SMA, hingga ibu-ibu PKK.

“Kami juga sering mengikuti pameran yang digelar instansi-instansi pemerintah. Untuk capaian sekarang kita sudah punya sekitar 10 cap motif yang kita gunakan, dan kita dapat pelatihan lomba desain yang difasilitasi Pertamina EP, yaitu batik Sambiloto dan batik Temul,” bebernya.

Tekun dan gigih dalam mengembangkan UMKM Batik, Tatik ternyata ingin memotivasi ibu-ibu lainnya yang ada di desa untuk lebih semangat, dan kreatif dalam berkarya.

Mewakili Kelompok Sambiloto, Tatik pun tak luput menyampaikan terima kasih kepada Pertamina EP yang sudah memberikan fasilitas dan pelatihan. 

Kehadiran Pertamina EP benar-benar mampu membantu mengembangkan UMKM, dan tentunya ini sebagai wujud sinergi antara perusahaan dan masyarakat setempat. (*)

Penulis: Jajad Sudrajad

Pos terkait