Kehadiran Pelayaran Baru, Bakal Untungkan Ekonomi Daerah

BANGGAI RAYA- Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kabupaten Banggai mendorong pemerintah Kabupaten Banggai untuk mempermudah akses masuk investasi baru di Luwuk.

Contohnya, perusahaan pelayaran baru PT SPIL yang kapalnya sudah lego jangkar di luar kolam bandar Teluk Lalong. Hingga kini akses masuk kapal tersebut ke pelabuhan Luwuk masih ditutup oleh KUPP Luwuk.

Wakil Ketua APBMI Kabupaten Banggai, Anwar Hasan mengatakan, masuknya SPIL ke Luwuk sangat dibutuhkan oleh pekerja pelabuhan. Karena dengan adanya pelayaran baru maka jumlah kontainer yang masuk meningkat tajam. Apalagi jalur pelayaran SPIL berbeda dengan rute perusahaan lain yang sandar di pelabuhan Luwuk.

“Jalur pelayaran SPIL dari Balikpapan-Ternate-Bitung-Gorontalo–Luwuk. Sementara perusahaan lain adalah Surabaya-Makassar-Luwuk. Kenapa masuknya investor dan potensi ekonomi baru dihambat ketika kondisi pelabuhan Luwuk lagi menurun akibat COVID-19,” kata Anwar.

Ia menambahkan, selama ini dalam sebulan hanya sekira 1000 kontainer yang masuk ke Luwuk dan Tangkiang. Kehadiran SPIL diperkirakan akan memberikan tambahan sekitar 1500 kontainer dalam sebulan.

“Tambahan kontainer dari SPIL ini bisa menggerakkan ekonomi di pelabuhan dan menciptakan ekonomi yang lebih baik di Luwuk. Buruh dan pelaku usaha pelabuhan akan diuntungkan,” tambahnya.

Bukan hanya itu, lanjut Anwar, SPIL juga akan memberdayakan perusahaan-perusahaan lokal di daerah. Semisal PBM mengambil dari APBMI. “Bila kapal-kapalnya sandar, ada perusahaan organisasi bongkar muat yang mengatur. Mereka gunakan lokal, traking lokal atau kendaraan lokal, demikian juga agen lokal,” katanya.

Ia mengungkapkan kabar penolakan masuknya kapal SPIL disebabkan adanya kekhawatiran terhadap penumpukan kontainer di pelabuhan. Namun ternyata SPIL sudah memiliki lahan sendiri diluar pelabuhan sebagai tempat penampungan.

“Kalau masalah keterbatasan lahan di pelabuhan menjadi dasar penolakan KUPP untuk perusahaan pelayaran baru masuk ke Pelabuhan Luwuk, itu tidak tepat. Fungsi KUPP juga hanya mengatur transportasi laut bukan terkait lahan di pelabuhan,” lanjut Anwar.

Ia berharap dengan masuknya PT SPIL persaingan usaha di pelabuhan Luwuk makin sehat, tidak ada monopoli lagi dan kesejahteraan pekerja pelabuhan yang melemah karena pandemi Covid-19 akan kembali membaik.

“Kalau terjadi penolakan berarti KUPP menabrak undang-undang. Sebab, perusahaan pelayaran diatur dalam UU Nomor 17 tahun 2008. Ini investasi, kalau alasan Covid-19 tidak boleh juga. Sudah ada instruksi presiden untuk memudahkan jalur pelayaran yang masuk ke daerah-daerah,” ujarnya seraya kembali menegaskan kehadiran PT SPIL menguntungkan daerah.

KUPP Luwuk Bantah Melarang

Sementara itu, KUPP Luwuk, Suleman Langga, menegaskan, pihaknya tidak melarang masuknya investasi. “Semua diberi jalan. Kami tidak pernah melarang. Sebagai bagian dari pemerintah dan regulator, kami menfasilitasi semua pelayaran, dari mana pun yang mau masuk. Tetapi, dengan mematuhi regulasi dan aturan–aturan yang berlaku,” tegasnya, saat ditemui di rumah dinasnya, Sabtu (17/10).

Buktinya, kata dia, dalam sebulan terakhir ini pihaknya memberikan rekomendasi kepada satu perusahaan bongkar muat. “Kami memberi rekomendasi, soal izin PBM itu merupakan kewenangan Pemprov Sulteng,” tuturnya.

Terkait dengan hadirnya perusahaan pelayaran baru yang kapalnya tengah lego jangkar di luar kolam bandar Teluk Lalong, Suleman berulang kali menegaskan, pihaknya tidak menolak, apalagi melarang seperti yang disampaikan Bupati Banggai.

“Saya tegaskan saya tidak tolak. Saya memberi SPIL jalan. Tetapi dengan kondisi pelabuhan Luwuk yang kecil, lapangan penumpang kita tidak sampai satu hektare, makanya saya mengarahkan SPIL ke Tangkian,” tuturnya.

Sebagai KUPP Luwuk, Suleman mengaku mendapatkan mandat dari pusat untuk mengatur kelancaran transportasi laut. “Saya memahami benar bahwa tujuan pelabuhan di satu daerah untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Dengan adanya pelabuhan, ekonomi masyarakat meningkat. Itu nyata,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Banggai, dipimpin Asisten II Setda Banggai, bersama dengan UPP Luwuk sudah menggelar rapat koordinasi di Kantor Dinas Perhubungan Jumat (16/10). Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan manajemen PT SPIL.”Hasilnya Assisten II Setda Banggai menginstruksikan kapal PT SPIL berlabuh di Tangkian,” paparnya.

Sebelumnya Bupati Banggai Herwin Yatim membuka pintu bagi masuknya investor baru ke Banggai seperti halnya SPIL. Ia juga akan menyelesaikan polemik terkait masuknya kapal SPIL ke pelabuhan Luwuk. “Saya akan selalu mendukung masuknya investasi yang memberi manfaat bagi rakyat. Termasuk rencana masuknya SPIL ke Luwuk,” ujarnya. */TIM

288 Pengunjung membaca berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!