Kawasan Teluk Lalong Luwuk Segera Ditata Jadi Lalong Food Street

BANGGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Banggai akan menata kembali kawasan kuliner di area Teluk Lalong Luwuk, khususnya bagi pedagang kaki lima.

Penataan itu dilakukan atas kolaborasi antara Dinas Pariwisata bersama Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banggai, dengan tujuan mengembangkan kawasan kuliner Teluk Lalong menjadi Lalong Food Street dengan standar wisata.

“Ke depan, Area Teluk Lalong ini akan kami kembangkan menjadi Lalong Food Street berstandar wisata. Bersama para pedagang, kami akan tingkatkan layanannya berstandar wisata, khususnya soal kebersihan dan kualitas kulinernya,” kata Kadis Pariwisata saat menghadiri pelantikan pengurus Perkumpulan Pedagang Kuliner (PPK) Teluk Lalong.

BACA JUGA:  Rayakan Iduladha 1445 Hijriah, DSLNG Berbagi Kurban 17 Ekor Sapi

Pengurus PPK Teluk Lalong periode 2024-2029 dikukuhkan oleh Bupati Banggai Amirudin, Senin (22/1/2023) malam, di aula KONI Banggai.

Rizki Arisandi ditetapkan sebagai Ketua PPK Teluk Lalong periode 2024-2029. Organisasi yang berdiri sejak 2019 tersebut, saat ini memiliki anggota sebanyak 66 pedagang.

Bupati Amirudin berharap organisasi serupa dapat terbentuk di kawasan kuliner lain seperti di Kilo 5 dan Alun-alun Kota Luwuk (eks Alun-alun Bumi Mutiara) yang baru saja direnovasi.

Dengan terbentuknya organisasi bagi para pedagang kuliner ini, pengurus diharapkan dapat menyeleksi secara ketat para pedagang yang akan menempati lokasi kuliner.

BACA JUGA:  Suami di Luwuk Selatan Tega Aniaya Istri Pakai Obeng Hingga Tak Sadarkan Diri 

“Orang-orang yang menempati lokasi yang sudah kita tetapkan itu betul-betul adalah pedagang, bukan mereka yang hanya menempati lalu menyewakannya ke pedagang lain. Tidak boleh seperti itu. Dan harus ada rekomendasi dari pengurus,” tegas Bupati Amirudin.

Ia juga menyampaikan bahwa para pedagang yang akan berjualan di Alun-alun Kota Luwuk nantinya akan mendapatkan bantuan gerobak gratis dan kredit dari sejumlah bank.

“Untuk Alun-alun Kota Luwuk, semua gerobaknya akan disediakan oleh beberapa bank. Ada Bank Sulteng, BRI, BSI, Mandiri, ada BNI. Dan setiap pedagang langsung diberikan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan besaran yang bervariasi, tanpa agunan,” ujar Bupati Amirudin.

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta Tujuan Danau Ubur-Ubur Bokan Kepulauan Karam di Perairan Matanga

Ketua PPK Teluk Lalong Rizki Arisandi berharap, setelah dilakukan penataan, para pedagang yang ada saat ini bisa berjualan secara permanen di area Teluk Lalong.

“Kami berharap kepada bapak bupati agar para pedagang kaki lima ini bisa dipatenkan dan ke depan mendapat perhatian khusus,” kata dia.

Arisandi juga menyampaikan komitmen para pedagang untuk terus bekerja sama dengan pemerintah daerah.**

Pos terkait