Kasus Pemberhentian BPD Koyoan Permai, JAD Minta Dewan Banggai Gelar RDP

BANGGAI RAYA- Kasus pemberhentian anggota BPD Koyoan Permai atas nama Najar, memunculkan sorotan Jaringan Aktivis Desa (JAD).

JAD melalui koordinatornya Faisal Lalimu meminta DPRD Banggai agar menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait masalah itu, agar persoalannya terbuka.

Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua DPRD Banggai, Senin (8/7/2024), JAD mengatakan, sehubungan dengan diterbitkannya Surat Keputusan Bupati Banggai Nomor:400.10/3461/DPMD tertaggal 1 Juli 2024, tentang peresmian pemberhentian anggota BPD Desa Koyoan Permai Kecamatan Nambo atas nama Najar, Jaringan Aktivis Desa meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banggai, untuk segera menggelar RDP atas SK yang dinilai cacat hukum tersebut (SK Terlampir).

BACA JUGA:  Alasan Ahmad Ali Dukung Sulianti Murad, Tinggalkan Amirudin
BACA JUGA:  Sepupu Berkelahi di Luwuk, Satu Meninggal

Adapun tuntutan JAD yakni:

  1. Menuntut adanya transparansi dasar dan alasan pemberhentian saudara Najar sebagai anggota BPD Desa Koyoan Permai, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai.
  2. Menüntut akuntabilitas, keadilan dan kesetaraan serta penindakan tegas tanpa “Pandang Bulu/Tebang Pilih” oleh Bupati Banggai atas terjadinya pelanggaran netralitas Aparat Desa dan ASN di lingkungan Pemda Banggai.
  3. Menuntut rehabilitasi dan pengembalian jabatan Ketua BPD atas nama Najar kepada Bupati Banggai. **