Kasasi Ditolak, Mantan Kadis Kelautan dan Perikanan Banggai Dieksekusi ke Lapas Luwuk

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA–Kejaksaan Negeri Banggai secara resmi melakukan eksekusi terhadap Juanda Balahanti, mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Banggai Rabu (27/10/2021), menyusul putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor: 670K/Pid.Sus/2019 tanggal 23 Mei 2019.

Putusan MA itu menolak permohonan terdakwa terkait putusan Pengadilan Tinggi Palu pada kasus dugaan pungutan liar (pungli) bantuan sarana penangkapan ikan.

Bacaan Lainnya

“Iya bang sudah dieksekusi. Eksekusi dilaksanakan kemarin, Rabu 27 Oktober 2021 oleh jaksa eksekutor dalam hal ini Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus sdr Hasyim, SH, pada pukul 15.30,” kata Kasi Intel yang juga Humas Kejari Banggai Firman Wahyudi, menjawab pertanyaan terkait informasi eksekusi terhadap Juanda, Kamis (28/10/2021).

Sebelum dieksekusi kata dia, narapidana dilakukan test kesehatan dan swab, baru kemudian di antar ke Lapas Luwuk.

Dari informasi yang diperoleh media ini, sebelumnya, Juanda Balahanti mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait putusan (vonis) banding Pengadilan Tinggi (PT) Sulteng, Nomor:10/Pis.Sus-TPK/2018/PT PAL tanggal 29 Agustus 2018, yang menolak upaya bandingnya terkait putusan Pengadilan Negeri Luwuk yang menyatakan Juanda bersalah.

Karena sudah diputuskan MA, sehingga kasus itu dinyatakan sudah berkekuatan hukum tetap untuk kemudian dilaksanakan putusannya.

Jaksa eksekutor melaksanakan eksekusi putusan terhadap Moh Juanda Balahanti, terdakwa kasus dugaan pungutan liar (Pungli) terkait pelaksanaan pemberian bantuan sarana penangkapan ikan pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sinchan di Kabupaten Banggai tahun 2016.

Moh Juanda Balahanti terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polres Banggai di Hotel Erni Jalan Danau Lindu, Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, Banggai pada hari Sabtu 26 November 2016 sekira pukul 21.00 Wita.

Majelis Hakim PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu pada tanggal 19 Juli 2018 Nomor: 10/Pid.SUs-TPK/2018/PN Pal menyatakan Moh Juanda Balahanti bersalah, hingga menjatuhkan pidana penjara satu tahun enam bulan dan denda Rp10 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti pidana kurungan dua bulan.

“Putusannya tidak berubah sebagaimana putusan pengadilan tinggi, karena pada putusan kasasinya menyebutkan menolak permohonan kasasi terdakwa dan menguatkan putusan pengadilan tinggi,” sebut Kasi Intel. (*)

Penulis: Iskandar Djiada

Pos terkait