Kapolres Banggai Tegaskan Larangan Buka Lahan dengan Membakar

BANGGAI RAYA-Polres Banggai menggelar Apel siaga Pencegahan Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Kabupaten Banggai, Kamis (14/9/2023).

Pada apel siaga yang dihadiri Asisten 3/Administrasi Umum Setda Banggai Kamil Datu Adam, Ketua DPRD Suprapto, perwakilan Kejari Banggai dan pejabat lain itu, Kapolres dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakapolres Kompol Margiyanta, selaku inspektur apel menegaskan aturan yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Sebab hal itu akan menyebabkan kebakaran dalam areal yang lebih luas.

Kapolres dalam sambutan tertulis itu mengemukakan bahwa fenomena kebakaran hutan dan lahan atau karhutla sangatlah merugikan banyak pihak. Tidak hanya merusak ekosistem tapi lebih dari itu, karhutla berdampak pada kesehatan dan perekonomian negara. Oleh karena itu kata Wakapolres, karhutla menjadi tanggung jawab kita semua tanpa terkecuali dan koordinasi serta kolaboratif antar instansi sangat diperlukan sedini mungkin untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

BACA JUGA:  Festival Kurikulum Merdeka se Sulteng, Siswa SMPN 3 Luwuk Juara Pertama

Kapolres Banggai mengutip Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dimana pada salah satu ayatnya menegaskan bahwa setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Namun demikian dalam sambutan tersebut, disebutkan bahwa ketentuan ini tetap memperhatikan kearifan lokal daerah masing-masing.

BACA JUGA:  HUT ke-77 Koperasi di Banggai, UMKM Terima Sertifikat Hak Atas Tanah Gratis

Di akhir sambutan, Kapolres menekankan beberapa hal, diantaranya mengajak semuanya untuk bersama-sama mendukung untuk memberikan pemahaman dan peringatan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan untuk tidak membakar sampah, rumput, ataupun puing-puing kerena pembakaran ini dapat memicu karhutla yang tidak disengaja.

Selain itu, deteksi dini titik api harus dilakukan dengan memonitoring secara rutin, meningkatkan patroli bersama TNI dan seluruh stakeholder serta elemen masyarakat, mengedukasi dan sosialisasi bersama stakeholder terkait.

Hal lain yang juga harus dilakukan kata Kapolres adalah melakukan tindakan preventif dengan mencegah terjadinya kebakaran hutan terutama di wilayah rentan. Olehnya itu lanjutnya, respon cepat untuk mengendalikan api sekecil apapun agar tidak membesar.

BACA JUGA:  DPRD-Bupati Banggai Sepakati KUA PPAS Tahun 2025

“Jangan sampai adanya pembiaran. Jika personil yang terbukti diketahui adanya pembiaran, maka akan ditindak tegas dengan hukum disiplin. Tindak tegas siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan, berikan sangsi administrasi, perdata maupun pidana sehingga timbul efek jera,” tegas Kapolres Banggai.

Apel Siaga Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan tersebut, selain diikuti jajaran Polres Banggai, juga diikuti SatPol-PP, BPBD, Satuan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banggai dan Dinas Kehutanan.**

Pos terkait