Kakek 65 Tahun di Balut Diringkus Polisi Diduga Cabuli Anak Bawah Umur

  • Whatsapp
Kapolres Bangkep AKBP Bambang Herkamto, SH, dan didampingi Kasat Reskrim Bangkep IPTU I Ketut Yoga Widata, SH., saat memberikan keterangan dalam konferensi pers. FOTO: HUMAS POLRES BANGKEP

BANGGAI RAYA- Kakek 65 tahun asal Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabuapaten Banggai Laut (Balut) dibekuk polisi dan telah diamankan di Mapolres Banggai Kepulauan (Bangkep), karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Penangkapan kakek 65 tahun isinial HT itu dilakukan pada Kamis (2/6/2022). Itu bersaarkan Berdasarkan LP-B/76/V/2022/SPKT/Polres-Bangkep/Polda Sulteng.

Bacaan Lainnya

Kapolres Bangkep AKBP Bambang Herkamto, SH, dan didampingi Kasat Reskrim Bangkep IPTU I Ketut Yoga Widata, SH., dalam konferensi persnya mengatakan, aksi pelaku yang berstatus sebagai ngaji, melakukan perbuatannya terhadap korban di saat mengajar mengaji.

Bukannya mengajar mengaji, kakek uzur ini justru melakukan aksi bejatnya kepada korban yang masih berusia 11 tahun yang tak lain muridnya.

Pelaku mencium pipi, lalu memegang kemaluan korban hingga meremas bagian dada. Tak hanya itu, kakek bejat ini juga melakukan pelecehan hingga kemaluan korban mengalami robek.

Insiden memilukan ini diperkuat dengan alat bukti hasil Visum Et. Revertum (Ver) nomor 440/987.1/A/Ver/RSUD-Trikora yang dikeluarkan RSUD Trikora Salakan 17 Mei 2022 dan barang bukti, satu buah kaos motif warna hitam abu-abu, satu buah rok panjang motif polkador warna hitam, satu buah celana dalam warna merah polos dan satu buah kaos dalam warna coklat polos.

Atas perbuatan bejat, Kakek dikenakan pasal 82 ayat (1) UUD. RI No 17 tahun 2016. Atas perbuatannya kini pelaku telah ditahan di Mapolres Bangkep guna memperlancar proses penyidikan dan penyidik memproseskan pelimpahan BP ke Kejaksaan Negeri Banggai Laut.

“Kasus pencabulan ini kebanyakan masih anak-anak (korbannya). Seharusnya masih mendapatkan perlindungan dari kita semua,” kata AKBP Bambang Herkamto.

Kapolres AKBP Bambang Herkamto mengaku prihatin karena kasus pencabulan ini cukup marak di wilayah kerjanya, Polres Bangkep.

“Diperlukan kerjasama kita semua untuk memberikan kesadaran  bagi masyarakat tentang kasus pencabulan ini sehingga mungkin dari dinas-dinas terkait harus banyak menyosialisasikan. Karena banyak faktor yang bisa mempengaharui, bisa faktor ekonomi dan lainnya,” tandas Kapolres Bangkep. (*)

Sumber: Humas Polres Bangkep

Pos terkait