Kades Sayambongin di Banggai Sebut Tudingan Penyimpangan Mengada-ada

BANGGAI RAYA-Tudingan oknum tertentu yang menyebut bahwa Pemerintah Desa Sayambongin Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, melakukan penyimpangan pengelolaan dana desa, ditepis Kades Sayambongin Ruslan Polopa.

Kepada wartawan saat mengunjungi Sekretariat PWI Banggai, Selasa (2/1/2023), Ruslan menjelaskan bahwa beberapa waktu ada aksi unjuk rasa termasuk bakar ban di tengah jalan di Desa Sayambongin. Saat itu, Ruslan mengaku tengah di Palu.

Menurut dia, tidak ada masalah dengan aksi warga. Namun ada sejumlah tulisan bernada tudingan terkait keuangan APBDes yang mengada-ada, seolah-olah pemdes melakukan penyimpangan. Salah satunya terkait sebuah pekerjaan yang belum jadi dilaksanakan, dan diisukan uangnya sudah terpakai. Padahal kata dia, pekerjaan itu belum dilaksanakan karena terjadinya perubahan harga di pasaran, sehingga ada material yang kalau dibeli, jumlahnya tidak sesuai volume. Pemdes kata Ruslan, telah berkonsultasi dengan Inspektorat dan diminta menunda pekerjaan hingga tahun 2024, sebab anggarannya tidak mencukupi setelah harga material naik. “Anggarannya masih ada dan menjadi Silpa untuk kemudian digunakan tahun 2024. Jadi uangnya aman, dan tidak ada yang menyalahgunakan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Rayakan Iduladha 1445 Hijriah, DSLNG Berbagi Kurban 17 Ekor Sapi
BACA JUGA:  Naik Turunnya Keuangan Syariah: Refleksi Ketidaksempurnaan

Tudingan yang dinilai tidak masuk akal atau mengada-ada kata Ruslan, terkait program yang dibiayai anggaran tahun 2020-2021, sebab ia baru menjabat sejak Desember 2022. “Tudingan melalui pamflet itu seharusnya bukan pada saya, karena saya baru menjabat Desember 2022, atau masa jabatan saya baru 1 tahun,” jelas Ruslan.

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta Tujuan Danau Ubur-Ubur Bokan Kepulauan Karam di Perairan Matanga

Bahkan menurut Ruslan, saat serah terima jabatan, tidak ada penyerahan aset, sehingga ia tidak tahu apa-apa yang dilaksanakan di periode sebelumnya.

Ruslan berharap, melalui media ia bisa memberikan penjelasan agar publik tidak termakan isu tak benar. DAR

Pos terkait