JOB Tomori Inisiasi Pelatihan P3K bagi Wisatawan di Luwuk

BANGGAI RAYA- Kabupaten Banggai yang berlokasi di ujung timur Sulawesi Tengah, dengan garis pantai membentang dari Teluk Tomini di utara hingga Selat Peling dan Teluk Tolo di selatan, memiliki beragam lokasi wisata menarik. Sebagai daerah yang tengah berkembang, pembenahan destinasi wisata juga menjadi perhatian berbagai kalangan, baik pemerintah maupun pihak swasta.

Sarana dan prasarana mulai dibenahi guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan khususnya ke Luwuk yang bergelar kota air ini. Salah satu yang tak kalah penting, adalah memastikan keamanan bagi wisatawan.

Hal inilah yang mendasari dilaksanakannya pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi wisatawan yang digelar JOB Tomori pada Rabu, (6/12/2023) di Aula kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan.

Kegiatan ini adalah bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya bagi pelaku wisata yang bermukim di wilayah pesisir kota Luwuk.

BACA JUGA:  PSU TPS 2 Karaton di Banggai, Prabowo Menang Telak, Partisipasi Pemilih 68 Persen

Pelatihan kali ini dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Ismed Wardana, Rektor Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa, perwakilan Camat Luwuk Selatan, Nahra, Lurah Maahas, Akbar Putra, dan perwakilan management Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori).

Rektor Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa menjelaskan bahwa kecelakaan bisa saja terjadi kapan saja dan di mana saja. Karenanya, pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama sangat penting.

“Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang tindakan cepat dan efektif, yang dapat kita lakukan untuk merespon kecelakaan dan memberikan pertolongan yang tepat kepada para wisatawan,” jelasnya.

Kadis Pariwisata Kabupaten Banggai, Ismed Wardana di kesempatan itu menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan bagi keselamatan wisatawan yang berkunjung di daerah ini.

BACA JUGA:  Warga Antusias ikut Pemilu PSU di Dua TPS di Kabupaten Banggai

Citra pariwisata kata Ismed, akan rusak jika terjadi kecelakaan di suatu lokasi dan dampaknya akan menurunkan kunjungan wisatawan.

“Luwuk sudah terkenal dengan wisata kulinernya, ke depan kami akan promosikan lagi potensi Kilo Lima melalui serangkaian event-event festival, sehingga menjadi kebutuhan bagi kita semua untuk mempersiapkan diri, maka kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kita semua. Karena itu, kami menyampaikan apresiasi kepada JOB Tomori yang telah menginisiasi pelatihan P3K,” ujarnya.

Dukungan pemerintah daerah sambung Nahra, mewakili Camat Luwuk Selatan, terhadap usaha-usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir sangat dibutuhkan, sebab potensi peluang usaha sektor pariwisata ke depan terbuka lebar, serta membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.

Terpisah, Relation Security & ComDev Manager JOB Tomori, Visnu C. Bhawono menyampaikan bahwa JOB Tomori sebagai perusahaan hulu migas yang mendapat kepercayaan pemerintah melakukan operasi produksi migas di Kabupaten Banggai di bawah pengawasan SKK Migas, akan selalu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banggai dalam upaya memberdayakan masyarakat.

BACA JUGA:  Kejari Banggai Limpahksn Kasus Dugaan Korupsi APBDes Matabas ke PN Tipikor Palu

“Pelatihan P3K bagi wisatawan ini merupakan satu dari sekian banyak program pemberdayaan yang disinergikan dengan Pemda Banggai. Semoga upaya yang dilakukan JOB Tomori bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Kabupaten Banggai,” harap Visnu.

Pelatihan P3K kali ini diikuti kurang lebih 20 peserta yang merupakan pelaku usaha pesisir Kota Luwuk. Hadir sebagai pemateri dari tim Basarnas dan Komunitas Penyelam kota Luwuk, meliputi teori dan praktik lapangan terkait pengenalan peralatan Pencarian dan Pertolongan atau SAR, identifikasi potensi dan bahaya bagi wisatawan, serta pertolongan pertama pada kecelakaan di laut.**

Pos terkait