Jelang Pemungutan Suara, Bawaslu Banggai Gelar Rakor Tungsura

BANGGAI RAYA – Guna meningkatkan pemahaman jajaran pengawas pemilu terhadap proses pemungutan, perhitungan dan rekapitulasi hasil pemungutan suara (Tungsura), Bawaslu Banggai menggelar rapat koordinasi terhadap seluruh jajarannya, Rabu (7/2/2024) di Luwuk.

Kegiatan tersebut juga diikuti sejumlah pengurus parpol dan stakeholder lainnya.

Dalam sambutannya, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Banggai, Arkamulhak Dayanun, menyatakan bahwa tujuan dari rapat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pengawasan, pemungutan, perhitungan dan rekapitulasi suara dalam Pemilu 2024.

Dia menekankan pentingnya menjaga integritas pemilu dan mencegah pelanggaran yang mungkin terjadi. Atkamulhak juga menyoroti pentingnya sinergi antara semua pihak terkait dalam menjaga integritas pemilu, terutama menjelang hari pemungutan suara pada tanggal 14 Desember 2024. Anggota Bawaslu itu juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir, mengakui kontribusi mereka dalam menjalankan fungsi pengawasan pemilu.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

Salah satu topik yang dibahas dalam rapat adalah hasil pengawasan Bawaslu terkait Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang rawan bencana. Dalam konteks ini, Bawaslu menyatakan bahwa TPS yang terkena dampak pembangunan proyek atau masalah teknis harus direlokasi. Mereka juga menekankan pentingnya memastikan bahwa TPS ramah disabilitas, sehingga semua pemilih dapat mengaksesnya dengan mudah.
Rapat ini juga menampilkan narasumber, Hidayat Helinggo dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banggai, yang memberikan wawasan tambahan mengenai proses pemilu dan pengawasan.
Secara keseluruhan, rapat koordinasi ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan pemilu yang transparan, adil, dan bebas dari pelanggaran. Dengan kolaborasi yang kuat antara Bawaslu, partai politik, dan pihak terkait lainnya, diharapkan bahwa pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar dan dapat dipercaya oleh seluruh masyarakat Kabupaten Banggai.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

Rapat koordinasi ini juga menjadi platform untuk mengatasi beberapa tantangan yang dihadapi dalam menjalankan proses pemilu.
Salah satu perhatian utama adalah pengawasan terhadap TPS yang rawan bencana. Dalam konteks ini, Bawaslu Banggai memastikan bahwa langkah-langkah mitigasi yang efektif telah diambil untuk memastikan keamanan dan keterjangkauan TPS bagi semua pemilih, terutama di daerah-daerah yang rentan terhadap bencana alam.
Selain itu, para peserta rapat juga membahas strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Banggai menekankan pentingnya membangun kesadaran politik dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat tentang proses pemungutan suara dan pentingnya hak suara mereka.
Selain itu, rapat ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk bertukar informasi dan pengalaman, memperkuat jaringan kerja sama antara Bawaslu, partai politik, dan lembaga masyarakat sipil lainnya.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan memastikan bahwa pemilu berlangsung dengan integritas yang tinggi.
Sebagai bagian dari upaya transparansi, Bawaslu Banggai berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang jelas dan terbuka kepada masyarakat tentang proses pemilu dan hasil pengawasan mereka.
Ini bertujuan untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan bahwa seluruh proses pemilu berlangsung dengan adil dan bebas dari kecurangan.
Dengan demikian, rapat koordinasi ini tidak hanya menjadi langkah penting dalam mempersiapkan pemilu yang berkualitas, tetapi juga sebagai wujud komitmen Bawaslu Banggai dalam menjaga integritas demokrasi dan mendorong partisipasi aktif seluruh warga negara dalam proses demokratis.**