Jamaah Masjid di Lokasi Kemah Membludak, Sholat Dilakukan Antrean

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Peserta pramuka yang memadati area perkemahan  di Unit 24, Bukit Jaya, Kecamatan Toili terbukti dengan macetnya arus lalu lintas yang akan masuk area tersebut.

Begitu juga bagi umat Islam yang akan melaksanakan salat lima waktu di Mushala dan Masjid di Bukit Jaya, terlihat padat.

Bacaan Lainnya

Seperti Minggu (7/8/2022), di waktu Salat Magrib dan Isya, para jamaah harus antrean. Pelaksanaan Salat Magrib, jamaah yang lainnya harus menunggu usai jamaah pertama melaksanakan salatnya.

Kepada Banggai Raya, salah seorang pembimbing pramuka mengatakan, panitia harus menyediakan tempat pelaksanaan salat di salah satu tempat yang luas. “Agar bisa tercover seluruh peserta pramuka yang akan melaksanakan salat lima waktu dan salat-salat lainya,” harapnya.

Selain itu, di sepanjang  jalan Unit 24, Bukit Jaya, perkemahan prestasi didominasi oleh para pedagang makanan dan barang-barang.

Amatan media ini, bahwa lapangan dan tribun utama letaknya berjauhan dengan sejumlah peserta perkemahan. Jarak kurang lebih 500 meter jauhnya.

Sehingga, apa yang akan dilakukan panitia perkemahan prestasi di tribun utama, tidak terlihat dan terdengar oleh sejumlah peserta yang jauh dari tribun utama, misalnya dari Kwarran Luwuk Utara,  Kwarran Lamala dan Kwarran Batui Selatan.

Belum lagi, para peserta dan orang tua siswa yang ikut perkemahan prestasi di Unit 24, Bukit Jaya,  Kecamatan Toili harus menyediakan estra anggaran selama berada di perkemahan.

Sebab hampir semua harus dibayar,  mulai mandi dan buang hajat harus bayar. Kalau mandi peserta dan orang tuanya harus merogoh kocek sebesar Rp5 ribu perorang setiap kali mandi.

Buang hajat, dibanderol mulai dari Rp2 ribu sampai Rp5 ribu perorang. Termasuk charge Handphone Rp5 ribu. “Memang perputaran uang di lokasi perkemahan ini sangat besar, belum lagi kalau mau makan dan minum,” kata salah seorang warga Desa Biak, Kecamatan Luwuk Utara kepada Banggai Raya saat diskusi. RUM

Pos terkait