Jaksa Periksa Dirut PDAM Luwuk

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Luwuk, Arwin Alimun mengaku telah diundang dan diperiksa oleh jaksa sekitar Februari. Pemeriksaan terhadap direktur perusahaan plat merah itu sekaitan dengan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulteng. Yang mana BPK RI perwakilan Sulteng menemukan hal-hal material terkait kepatuhan PDAM Kabupaten Banggai terhadap ketentuan yang mengatur kegiatan operasional PDAM dalam mencapai tujuannya.

“Iya benar, sekitar Februari 2020 saya diundang dan diperiksa oleh jaksa dalam kaitan hasil temuan BPK RI Perwakilan Sulteng,” ucap Dirut PDAM Luwuk, Arwin kepada Banggai Raya, Senin (9/3/2020)

Menurut Arwin, pada penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terhadap 12 pemerintah daerah di Sulteng, disampaikan bahwa PDAM Banggai tidak pernah menguji kualitas air baku dan air produksinya. Sehingga tidak diketahui kualitas air sesungguhnya yang didistribusikan kepada pelanggan.

Menyikapi hal tersebut, Arwin mengatakan akan secepatnya menindaklanjuti temuan BPK tersebut. Terkait kualitas air yang tidak pernah diuji, ia menyebut hal itu terjadi karena PDAM Banggai tidak memiliki peralatan lengkap dan memadai untuk memeriksa kualitas air yang didistribusikan kepada para pelanggan.

Sementara mengenai persoalan pertanggungjawaban biaya umum dan administrasi yang tidak lengkap, ia mengatakan hal itu terjadi karena ada beberapa data pendukung yang tercecer.

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Banggai, Alexander Tanak saat dikonfirmasi, membenarkan pernah mengundang dan memintai keterangan Arwin Alimun selaku Dirut PDAM Luwuk, guna mengkonfirmasi terkait hasil temuan BPK RI Perwakilan Sulteng. Setelah itu, Alexander berkoordinasi dengan Inspektorat Banggai, guna menlakukan audit internal sesuai rekomendasi BPK RI Perwakilan Sulteng.MAN

Pos terkait