JAKSA DALAMI INDIKASI PENYIMPANGAN DANA PENDIDIKAN

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai memeriksa sejumlah oknum terkait dugaan penyimpangan dana pendidikan di dua Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah ini. Kedua SMA yang diperiksa tersebut, satu berada di Kota Luwuk dan satu lagi di luar kota.

“Saat ini kami sementara melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penyimpangan dana pendidikan di dua SMA, satu di dalam kota dan satu lagi di luar kota,” ucap Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Banggai, Alexander Tanak kepada Banggai Raya, Senin (6/7/2020).

Menurut Alexander, terkait dugaan penyimpangan dana pendidikan di dua SMA yang ada di daerah ini, sudah ada beberapa oknum yang dimintai keterangan, seperti kepala sekolah (Kepsek), bendahara dan sejumlah guru dari dua sekolah.

Alexander belum menyampaikan dua sekolah dimaksud. Meskipun disodori pertanyaan untuk mengungkap sekolah mana saja.

Ketika disinggung berapa besaran nilai kerugian akibat dugaan penyimpangan dana pendidikan di dua SMA itu, Alexander mengaku belum dapat memastikan berapa rianciannya. Mengingat, saat ini penyidik Kejari Banggai sementara mendalami kasus dugaan penyimpangan dana pendidikan tersebut.

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan penyidik Kejari Banggai, selain menemukan dugaan penyimpangan dana pendidikan, dua SMA itu juga terindikasi melakukan pengutan liar (pungli), hingga membebani orang tua siswa.

Tak hanya itu, dari keluhan sejumlah orang tua siswa, diketahui dua SMA itu juga diduga menekan orang tua siswa. Yang mana apabila tidak membayar pungutan yang ditentukan pihak sekolah, maka anak dari orang tua siswa itu, tidak dibolehkan ikut ujian dan diberikan ijazah sebagai bukti kelulusan. MAN

Pos terkait