Islam dan Perdamaian Dunia

OLEH: Muhammad Taqiyuddin Al Kholiqy (mahasiswa HKI UMM)

ISLAM adalah agama yang diturunkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga yaumul qiyamah. Kata Islam menurut bahasa berarti keselamatan atau kedamaian. Islam juga sebagai agama pelengkap dari agama- agama sebelumnya.

Islam seperti agama yang lainnya, yaitu didasarkan pada prinsip- prinsip perdamaian yang mendasari ajarannya. Meski sering dibicarakan dalam konteks konflik atau ketegangan, banyak tafsir Islam yang menekankan pentingnya perdamaian, toleransi, dan keadilan. Berikut adalah berbagai konsep dan prinsip Islam yang berkaitan dengan perdamaian dunia:

  1. As-Salam. Salah satu dari 99 nama Allah Swt adalah as-Salam yang berarti paling damai. Kita sebagai umat Islam diajarkan untuk mencari perdamaian dan menghindari konflik. Karena kesejahteraan dan kedamaian dianggap sebagai aspek- aspek penting dalam kehidupan. Islam dianggap sebagai agama kedamaian karena:
    a. Mendorong nilai-nilai perdamaian dan toleransi.
    b. Menekankan konsep as-Salam
    c. Sebagaimana yang di sampaikan Allah Swt dalam firman-Nya “Tidak ada paksaan dalam urusan agama” (QS Al-Baqarah 2: 256)
    d. Mendorong dialog antar agama dan menghormati keberagaman agama.
    e. Menekankan prinsip keadilan dan perdamaian dalam hukum Islam.
    f. Mengusulkan konsep perdamaian dan menegakkan perjanjian damai.
    g. Mengajarkan jihad dalam arti memperjuangkan kebaikan dan perdamaian.
    h. Menyatakan toleransi terhadap perbedaan pendapat dalam masyarakat.
  2. Tauhid. Konsep tauhid yaitu menekankan ke-esaan kepada Allah Swt, yang menciptakan landasan pemahaman yang luas mengenai persatuan dan ketergantungan antar semua ciptaan-Nya. Pemahaman ini dapat menjadi dasar bagi kerjasama dan penghormatan antara umat manusia. Prinsip monoteistik Islam mengajarkan bahwa Tuhan itu hanyalah satu yaitu Allah Swt yang mempunyai implikasi besar bagi perdamaian dunia. Berikut adalah prinsip-prinsip tauhid dalam Islam dan perdamaian dunia:
    a. Persatuan kemanusiaan. Allah Swt menciptakan seluruh umat manusia sebagai satu keluarga besar, yang bertujuan untuk menyatukan nilai-nilai kemanusiaan, harkat, dan martabatnya.
    b. Keadilan sosial. Yaitu mendorong perjuangan demi keadilan dan kesejahteraan sosial bagi semua orang, dengan menghormati hak asasi manusia.
    c. Perdamaian dan toleransi. Yaitu mempromosikan rasa saling menghormati, toleransi, dan perdamaian antar komunitas, agama, dan budaya.
    d. Penolakan konflik dan kekerasan. Yaitu menolak penggunaan kekerasan atas nama agama atau ideologi, dengan mengutamakan perdamaian sebagai nilai utama.
    Prinsip-prinsip ini merupakan landasan penting untuk membangun perdamaian dunia dengan mengedepankan persatuan, keadilan, toleransi dan penolakan terhadap kekerasan.
  3. Hikmah. Islam mengajarkan umatnya untuk bertindak bijak dalam segala hal, termasuk penyelesaian konflik. Kebijaksanaan mencakup banyak hal, yaitu dialog, toleransi, dan upaya bersama untuk perdamaian. Prinsip-prinsip hikmah dalam Islam dan perdamaian dunia antara lain:
    a. Pertobatan dan pengampunan.
    b. Hikmah berbahasa, yaitu dengan berkomunikasi dengan kata-kata yang baik dan memberikan nasehat yang baik.
    c. Keadilan dan menghormati kesetaraan.
    d. Kerjasama untuk kebaikan dan membina persaudaraan.
    e. Pendidikan dan pengetahuan.
    f. Kepedulian kemanusiaan dan sosial.
    g. Menghormati kehidupan dan melindungi lingkungan alam.
    Penerapan prinsip-prinsip tersebut diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang adil, harmonis, dan damai.
  4. Jihad. Meskipun konsep jihad dalam Islam sering diartikan sebagai perang, namun jihad juga mencakup perjuangan untuk kebaikan dan perdamaian. Jihad bisa berupa perjuangan pribadi untuk perbaikan diri atau perjuangan kolektif untuk membangun masyarakat yang adil dan damai. Prinsip- prinsip jihad dalam Islam dan perdamaian dunia memiliki beberapa aspek yang perlu dipahami secara cermat. Jihad adalah istilah yang sering disalah artikan oleh banyak orang di luar dunia Islam. Kata literal “jihad” berasal dari bahasa Arab yang berarti usaha atau perjuangan Dalam konteks Islam, jihad memiliki arti yang lebih luas dan mencakup upaya untuk memperbaiki diri, mempertahankan iman, dan bila perlu melibatkan pertempuran fisik. Berikut adalah prinsip jihad dalam Islam dan perdamaian dunia:
    a. Jihad al-Nafs, yaitu perjuangan melawan diri sendiri. Karena setiap muslim harus berjuang melawan nafsu jahatnya sendiri demi mencapai ketakwaan dan peningkatan akhlak spiritual.
    b. Jihad al-‘Ilm, yaitu perjuangan untuk pengetahuan. Karena dalam agama Islam menganjurkan pencarian ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk mencapai perdamaian dan kemajuan.
    c. Jihad bil Lisan, yaitu perjuangan dengan perkataan. Pentingnya bertutur kata yang baik, memberi nasihat positif dan mendorong dialog untuk mencapai pemahaman dan rekonsiliasi.
    d. Jihad fil Mal, yaitu perjuangan dalam harta. Umat Islam dianjurkan untuk menyumbangkan hartanya untuk tujuan kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat.
    e. Jihad as-Sayf, yaitu perjuangan dengan pedang. Jihad bersenjata hanya diperbolehkan untuk tujuan defensif sesuai dengan aturan perang Islam, yang melarang kekerasan terhadap warga sipil.Islam menekankan menghindari kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dan memajukan perdamaian, keadilan dan toleransi. Pemahaman yang tepat tentang jihad dapat membantu menciptakan lingkungan global yang damai dan adil.
  5. Hudud al-Adl. Keadilan dianggap sebagai nilai yang sangat penting dalam Islam. Penerapan hukum yang adil dan tidak diskriminatif dipandang sebagai langkah penting menuju perdamaian.
  6. Toleransi. Islam mengajarkan toleransi terhadap pemeluk agama lain. Allah Swt menyampaikan firman-Nya dalam al-Qur’an “Tidak ada paksaan dalam urusan agama” (QS Al-Baqarah 2: 256). Islam juga menekankan kebebasan beragama serta menghormati keberagaman agama. Islam pada dasarnya mengajarkan toleransi dan menghargai keberagaman. Adapun beberapa aspek dalam Islam yang menunjukkan apresiasinya terhadap toleransi:
    a. Keadilan dan kesetaraan. Islam telah mengajarkan prinsip-prinsip tentang keadilan dan kesetaraan di antara manusia. Tidak ada perbedaan status ataupun nilai antara orang- orang berdasarkan ras, etnis, atau warna kulit. Karena setiap manusia dianggap setara di hadapan Tuhan.
    b. Kebebasan beragama. Allah Swt menyampaikan firmannnya dalam al-Quran yang menyatakan bahwa “Tidak ada paksaan dalam urusan agama,” (QS Al-Baqarah 2:256). Prinsip ini menegaskan tentang kebebasan individu untuk memilih dan mengamalkan keyakinan agamanya tanpa adanya tekanan ataupun paksaan.
    c. Dialog antar agama. Islam mendorong dialog dan interaksi positif antar umat beragama. Rasulullah Muhammad Saw secara pribadi berkomitmen untuk berdialog dengan umat yang berbeda agama dan menjamin perlindungan kelompok agama minoritas.
    d. Menghormati kitab-kitab lain. Al-Qur’an juga mengakui kitab-kitab sebelumnya, seperti Taurat dan Injil sebagai wahyu dari Allah. Dan Islam mengajarkan untuk menghormati kitab suci dan Nabi- nabi terdahulu.
    e. Perlindungan terhadap minoritas. Islam sangat mementingkan perlindungan terhadap hak-hak minoritas. Nabi telah menegaskan hak-hak non-Muslim dan menetapkan kebijakan untuk melindungi kelompok minoritas dalam berbagai perjanjian perdamaian.
    f. Kerja sama untuk kebaikan. Meski berbeda keyakinan, agama Islam menganjurkan kerja sama antar umat beragama dalam kegiatan yang bermanfaat dan baik bagi masyarakat. Konsep amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah keburukan) berlaku bagi seluruh umat manusia.
    g. Toleransi Perbedaan pendapat. Islam mengajarkan toleransi terhadap perbedaan pendapat dalam masalah agama dan sekuler. Nabi Muhammmad Saw membiarkan komunitas Muslimnya berbeda pendapat dalam beberapa masalah. Meskipun prinsip-prinsip ini terdapat dalam ajaran Islam, penting untuk diingat bahwa penafsiran dan praktik Islam dapat bervariasi tergantung pada budaya dan konteks sosial. Beberapa negara atau kelompok mungkin belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai toleransi dalam tindakannya. Oleh karena itu, perlu dipahami bahwa realitas praktik Islam mungkin berbeda-beda di seluruh dunia.
  7. Sulh. Konsep Sulh atau perdamaian mempunyai keutamaan dalam Islam. Rasulullah Muhammad Saw sendiri ikut serta dalam perjanjian damai dengan berbagai kalangan, menunjukkan pentingnya perundingan dan penyelesaian konflik secara damai. Perlu dicatat bahwa pemahaman dan praktik Islam berbeda-beda di seluruh dunia dan terdapat perbedaan penafsiran terhadap ajaran Islam. Oleh karena itu, meskipun banyak umat Islam menekankan nilai perdamaian, konflik dan ketegangan mungkin masih terjadi di beberapa wilayah karena faktor politik, ekonomi, dan sosial yang kompleks.
BACA JUGA:  Kajari Silaturahmi dengan Jurnalis Banggai di Momen HBA ke-64
BACA JUGA:  Kepala Deputi Adin dan Bupati Balut Resmikan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa Islam sebagai agama yang mengajarkan perdamaian, toleransi, dan keadilan yang mempunyai landasan pendidikan yang kokoh dalam membangun masyarakat yang rukun dan tenteram. Konsep-konsep seperti as-Salam, tauhid, hikmah, jihad, hudud al-Adl, Toleransi dan Sulh merupakan landasan utama yang mengajarkan umat Islam untuk mencari solusi damai dalam menyelesaikan konflik dan memperjuangkan kebaikan. Meskipun nilai-nilai ini ditekankan dalam ajaran Islam, penting untuk menyadari bahwa interpretasi dan praktik Islam mungkin berbeda-beda di seluruh dunia. Oleh karena itu, upaya memahami dan menerapkan nilai-nilai Islam secara bijak menjadi kunci terciptanya dunia yang damai, adil, dan toleran. (*)