Inovatif! Dinas P2KBP3A Banggai Bakal Launching SICAKAP

BANGGAI RAYA- Meski baru dua bulan menjabat sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Banggai, Faisal Karim mampu membuat terobosan yang luar biasa.

Dalam waktu dekat ini, instansi yang mendapat dukungan penuh Bupati dan Wakil Banggai, akan melaunching aplikasi SICAKAP.

Aplikasi SICAKAP ini memiliki arti, Sistem Informasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan.

Dalam launching ini kata Kadis, rencana akan dihadiri Bupati Banggai bersama unsur Forkopimda yakni Kajari dan Kapolres Banggai 

BACA JUGA:  Kejari Banggai Limpahksn Kasus Dugaan Korupsi APBDes Matabas ke PN Tipikor Palu

“Aplikasi ini sifatnya website dan playstor. Nanti di website, ada interaksi pelapor dengan adminnya SICAKAP,” kata Kadis P2KBP3A Banggai, Faisal Karim kepada wartawan, Rabu 6 Desember 2023.

Melalui aplikasi ini, tentunya tak lain untuk memudahkan dan mempercepat dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Hari itu dilapor (kasusnya), hari itu juga pimpinan daerah, Kejari dan Kepolisian bisa mendapatkan informasinya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Hari Ini, 252 Warga Karaton Lakukan Pemungutan Suara Ulang di TPS 02 

Dalam menerima laporan kata Kadis, tentunya instansinya harus benar-benar teliti. Apakah kasus yang diterima, benar-benar terjadi atau hoaks.

Faisal mengatakan, lewat aplikasi ini bisa mempercepat dalam menerima informasi. 

“Aplikasi ini bisa diakses oleh semua orang. Hanya saja, identitas (pelapor) kita tidak buka. Jadi di website itu, jenis kejadian dan kejadian apa,” tuturnya.

BACA JUGA:  710 Kotak Suara Hasil Pleno PPK Tiba di Gudang KPU Banggai, Dijaga Ketat Polisi

Setelah mendapat laporan dengan sebenar-benarnya, langkah selanjutnya tim di instansi itu akan turun lengkap dengan psikolog dan psikiater.

“Sehingga kita turun itu lengkap dengan personel. Jadi kita benar-benar siap memberikan pendampingan. Kalau SDM, Alhamdulillah. SK-nya juga sudah ada,” katanya.

Dalam penanganan pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan ini tambah Kadis, akan melibatkan semua pihak yang berkompeten, tak terkecuali wartawan. (*)

Pos terkait