Ingin Dapat Bantuan? Ini yang Harus Dilakukan Kelompok Ternak

  • Whatsapp
BUPATI Banggai, Ir. H. Amirudin Tamoreka menyerahkan bantuan bibit sapi kepada peternak di Hunduhon. FOTO: HUMAS PEMDA BANGGAI

BANGGAI RAYA- Bagi masyarakat Kabupaten Banggai yang ingin mendapatkan bantuan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Pertama, kelompok ternak yang dibentuk wajib dikukuhkan atau mendapatkan pengakuan secara legal dari Kepala Desa setempat.

Bacaan Lainnya

Hal itu Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi, Disnakkeswan Banggai, Adolf P. Rundubelo kepada Banggai Raya, Kamis (16/9/2021).

Ia mengatakan, kelompok yang telah dikukuhkan dapat mengajukan proposal yang ditujukan pada Bupati Banggai atau Kepala Disnakkeswan Banggai. Proposal ditandatangani Ketua Kelompok, Mantri Hewan/PPL Peternakan, Koordinator PPL.

“Proposal dilengkapi dengan Pengukuhan Kelompok oleh Kades, daftar anggota Kelompok sebanyak 10 orang (sudah termasuk ketua) yang ditandatangani semua anggota. Klasifikasi Kelompok dari Koordinator PPL Kecamatan. Nanti didaftarkan di SIMLUHTAN oleh BPP, dan foto copy KTP sesuai domisili desa atau kelurahan. Proposal sebaiknya dijilid, dan dibuat tiga rangkap asli, yaitu satu ditujukan ke dinas, satu untuk arsip Kelompok, dan satu ke Mantri Hewan/PPL,” jelas Adolf P. Rundubelo melalui pesan WhatsApp.

Kepala Disnakkeswan Banggai, Ir. Ferlyn Monggesang, M.Si membenarkan penjelasan tersebut.

Ia mempersilakan masyarakat Kabupaten Banggai untuk mengajukan proposal permintaan bantuan hewan ternak. Dengan syarat, kelompok ternak tersebut adalah benar-benar ingin berternak baik sapi, kambing, ayam dan sebagainya.

Ia mengatakan, untuk bantuan pada tahun 2022, kelompok ternak sudah harus memasukan proposal ke instansinya di tahun 2021.

“Proposal tahun 2021 akan direaliasasikan pada tahun 2022. Kelompok ternak mengajukan proposal kepada kami. Tapi, kelompok yang betul-betul ingin usaha ternak, jangan kelompok-kelompok dadakan. Satu kelompok itu sebanyak 10 orang,” tegas Ferlyn Monggesang.

Ia menambahkan, bahwa jalur permohonan, bisa kelompok ternak langsung mengajukan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Banggai.

Ia menegaskan, kelompok masyarakat itu adalah kelompok ternak, jangan sampai kelompok nelayan. Nah, itu yang tidak berkesesuaian.

“Kami akan meneliti setiap proposal bantuan yang masuk. Kami juga akan melibatkan penyuluh setempat dan kepala desa. Sebab kepala desa sangat mengetahui warga yang betul-betul wajib menerima bantuan. Kalau sudah memenuhi syarat secara administrasi dan teknis, maka akan diberikan bantuannya. Tentunya secara bertahap,” tandas Ferlyn Monggesang.(*)

Penulis: Rum Lengkas

Pos terkait