Hasil Riset Dosen Faperta UMLB Tentang Kesehatan Pohon Hutan Kota dan RTH, Rekomendasikan 2 Hal Penting Bagi Daerah

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Hutan merupakan satu anugerah yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, baik manfaat ekologi, sosial dan ekonomi.

Dari aspek ekologi, hutan dapat menjadi salah satu solusi perubahan iklim, karena hutan bisa menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer.

Bacaan Lainnya

Aspek sosial, hutan dapat memberikan nuansa budaya bagi kehidupan masyarakat. Secara ekonomi, hutan memberikan hasil baik berupa kayu dan non kayu. Keberadaan hutan dengan segudang manfaatnya menjadi perhatian serius pemerintah.

Hutan kota di Kabupaten Banggai, tersebar di beberapa tempat seperti di Desa Boyou dan Desa Tontouan. Sedangkan Ruang terbuka hijau (RTH) berada di pusat kota Luwuk. Hutan kota dan RTH di Kabupaten Banggai ditanami berbagai jenis pohon yang memiliki fungsi konservasi dan fungsi lainnya.

Pohon memiliki banyak manfaat, seperti: merupakan penetralisir sumber pencemar gas buangan kendaraan bermotor, tajuknya yang rindang memberikan keteduhan, sistem perakarannya dapat meningkatkan infiltrasi air permukaan dan mengurangi air limpasan sehingga meningkatkan jumlah air di dalam tanah.

Penilaian kesehatan pohon sangat penting untuk dilakukan guna semakin memastikan kondisi kesehatan hutan apakah masuk kategori sehat atau tidak.

Bahidin Laode Mpapa, S.Hut.,M.Sc (ketua) bersama tim yang beranggotakan 1 dosen (Rahman Dani Lasamadi, S.Pt.,M.Si) dan beberapa mahasiswa fakultas pertanian Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh Luwuk) melakukan riset yang berfokus pada “identifikasi kesehatan hutan kota dan ruang terbuka hijau di Kabaupaten Banggai”, yang berlokasi di hutan kota Desa Boyou dan RTH teluk Lalong.

Riset ini telah dipublikasikan di jurnal hutan tropis edisi November 2022.

Identifikasi kesehatan pohon hutan kota dan RTH penting untuk dilakukan guna menilai kesehatan hutan berdasarkan kesehatan pohon penyusunnya. Tingkat kesehatan pohon sangat ditentukan oleh interaksi antara pohon dengan lingkungannya. Beberapa permasalahan penelitian yang perlu dijawab yaitu.bagaimana tipe kerusakan, lokasi kerusakan dan kelas keparahan pohon.

Penilaian kerusakan digunakan kriteria berdasarkan metode Forest Health Monitory (FHM). Data yang diperoleh dari penilaian kerusakan dihitung nilai indeks kerusakannya dengan kode dan bobot nilai indeks kerusakan (NIK).

Hasil perhitungan akhir dapat diketahui NIK (Kelas sehat, kelas ringan, kelas sedang dan kelas berat). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, pada hutan kota ditemukan 5 lokasi kerusakan, 8 tipe kerusakan, kelas keparahan berkode 1 sampai 5 serta nilai indeks keparahan berkategori rusak ringan, sedang dan sehat. Sedangkan di ruang terbuka hijau ditemukan 2 lokasi kerusakan, 4 tipe kerusakan, kelas keparahan berkode 1 sampai 2 serta nilai indeks keparahan berkategori rusak ringan dan sehat.

Dari hasil Riset ini ada dua rekomendasi penting untuk pihak terkait bagi daerah yaitu: (1) perlu tindakan pengendalian yang teratur terhadap pohon-pohon yang berkategori rusak ringan dan rusak sedang. Tindakan pengendalian bisa berupa melakukan pengendalian secara mekanik dengan menghilangkan bagian-bagian yang rusak pada pohon dan melakukan pengendalian secara kimiawi dengan melakukan penyemprotan menggunakan larutan fungisida atau insektisida sesuai dosis yang dianjurkan terhadap pohon-pohon yang terserang hama dan penyakit. (2) melakukan pemeliharaan intensif terhadap pohon-pohon yang masuk dalam kategori sehat, agar produktivitasnya tetap terjaga.

Semoga di era global warming (pemanasan global) saat ini, pohon-pohon yang banyak tumbuh di sekitar kita selalu memberikan manfaat bagi banyak orang dan tentu keberadaanyannya selalu terjaga. Mari kita bantu pemerintah untuk melestarikan alam kita. (*)

Pos terkait