Hari Pertama Masuk, TK Negeri Satu Atap Maahas Sampaikan Tata Tertib

BANGGAI RAYA- Senin 10 Juli 2023, jadi hari pertama peserta didik di TK Negeri Satu Atap Maahas masuk sekolah.

Puluhan peserta didik yang diantar langsung orangtuanya, terlihat begitu antusias. Sekitar Pukul 08.00, peserta didik mulai masuk kelas.

Di hari pertama ini, Kepala TK Negeri Satu Atap Maahas, Herlina Tou S.Pd., memimpin langsung kegiatan hari pertama masuk sekolah.

Peserta didik diajarkan untuk menyampaikan salam dan menjawab salam, hingga diajak bernyanyi bersama. Usai itu, anak-anak juga bermain dengan permainan balok di luar kelas.

Saat anak-anak bermain, TK Negeri Satu Atap Maahas menggelar rapat bersama para orangtua peserta didik, baik yang baru maupun lama.

Mengawali rapat, Kepala TK Negeri Satu Atap Maahas, Herlina Tou menyampaikan terima kasih kepada orangtua yang telah mempercayakan dalam menyekolahkan anaknya.

“Insya Allah setelah mendapat pembelajaran di TK kami, anak bapak ibu jadi anak yang sholeh, sholeha dan berbakti kepada orangtua, berguna bagi agama nusa dan bangsa,” ungkapnya.

BACA JUGA:  “Kisruh” Muhammadiyah Vs BSI, Pelajaran Apa Yang Bisa Dipetik?

Dijelaskan, di TK ini peserta didik belum dituntut untuk belajar membaca, menghitung dan menulis.

“Belum ada istilahnya belajar, yang ada belajar sambil bermain. Atau bermain sambil belajar. Apalagi sekarang sudah tetapkan kurikulum merdeka belajar,” katanya.

Olehnya, untuk peserta didik di TK belum bisa dipaksakan untuk belajar seperti tingkat SD.

“Hitung menghitung seperti 1+1 itu tugasnya guru SD. Makanya sekarang dilarang masuk SD itu, ada tes baca, tulis menghitung. Jadi di TK hanya sebatas pengenalan,” tuturnya.

Disampaikan, kepada orangtua bahwa anak-anak berada di sekolah Pukul 7.30 WITA dan masuk di kelas Pukul 08.00 WITA.

Namun jika ada peserta didik yang terbiasa bangun di atas jam 08.00, maka dijarkan secara perlahan. Orangtua diminta untuk tidak membentak-bentak anak saat membangunkan, karena hal itu tidak baik untuk perkembangan anak.

“Kalau di rumah dibentak-bentak, diteriaki, nanti di sekolah sudah tidak badengar. Nanti kepala angin,” cetusnya.

Kemudian, selama anak-anak berada di sekolah, orangtua tidak harus ada di sekolah apalagi berdiri di depan pintu. Ini dilakukan untuk memandirikan sang anak, dan jadi pemberani.

BACA JUGA:  Kajari Silaturahmi dengan Jurnalis Banggai di Momen HBA ke-64

Berikutnya, orangtua harus menjemput anaknya pada Pukul 9.30 atau 10.00 WITA. Dan orangtua harus aktif menanyakan perkembangan sang anak kepada guru.

Aturan berikutnya, pakaian seragam yang harus dikenakan peserta didik dari Senin sampai Sabtu.

Untuk hari Senin-Selasa, peserta didik mengenakan pakaian seragam warna pink. Rabu-Kamis, seragam batik biru, Jumat baju busana muslim, dan Sabtu pakaian olahraga.

Kemudian, kewajiban orangtua untuk membayar iuran sekolah yang terdiri dari uang pembangunan dan SPP atau bulanan. Untuk pembangunan dibayar Rp 50 ribu setahun, dan SPP Rp 50 ribu per bulan.

Untuk pembayaran bulanan atau SPP, dilakukan pada tanggal 1-10 bulan berjalan. Uang bulanan ini nantinya digunakan untuj membayar para guru honorer.

Olehnya, orangtua murid untuk memperhatikan uang bulanan atau SPP,  agar pembayaran guru honorer yang hanya Rp250 ribu sebulan bisa berjalan dengan lancar.

BACA JUGA:  Kasus Dugaan Korupsi Talud Gorontalo, Kejari Banggai Masih Hitung Kerugian Negara

Namun jika ada orangtua yang merasa tidak mampu atau ekonomi lemah, bisa membuat surat keterangan tidak mampu dari pemerintah setempat.

Selain itu, di TK Negeri Satu Atap Maahas juga rutin melakukan kegiatan imtak. Kegiatan ini dilakukan dua kali setiap bulan dengan waktu pelaksanaannya di awal dan akhir bulan.

Untuk suksesnya kegiatan imtak, TK Negeri Satu Atap Maahas meminta keihklasan para orangtua nantinya untuk menyumbang baik bentuk uang maupun kue. 

Sementara itu, Ratnawati Amu S.Pd., menambahkan, dalam Imtak yang digelar sebulan dua kali, nantinya ada donasi yang dibuka melalui kotak amal.

Pendapatan dari Kotak amal ini kata Ratnawati, untuk disumbangkan ke panti asuhan yang membutuhkan

“Ibu-ibu bisa lihat di belakang, ada Supermi, gula dan lainnya, itu merupakan hasil dari kotak amal Imtak. Kita akan sumbangkan ke Panti Asuhan,” jelasnya.

Kegiatan ini tentunya juga untuk mengajarkan kepada peserta didik berjiwa sosial dan peduli terhadap sesama. (*)

Pos terkait