Hari Ini, Ondo-Ondolu Bebas Blank Spot

  • Whatsapp
TOWER yang dibangun Indosat di Desa Ondo-Ondolu. FOTO ISKANDAR

BANGGAI RAYA- Desa Ondo-Ondolu yang berada di pegunungan Kecamatan Batui atau berjarak sekira 18 kilometer dari Desa Bakung yang berada di jalan poros Luwuk-Toili, Kamis hari ini (30/9/2021) segera terlayani jaringan selular. Warga di desa yang sebelumnya berstatus blank spot atau belum terlayani jaringan/sinyal selular itu, akan bisa berkomunikasi dengan warga di luar desa melalui ponsel yang menggunakan kartu indosat, menyusul selesainya pembangunan tower dan perangkat pendukungnya.

Kepala Bidang di Dinas Komunikasi dan Informartika Banggai Ronal Putje kepada media ini Rabu malam (29/9/2021) mengatakan, rencananya tower milik PT Indosat itu akan diresmikan pada Kamis siang oleh Bupati Banggai Amirudin Tamoreka.

Bacaan Lainnya

Namun selain peresmian tower Indosat kata dia, rencananya akan ada kegiatan vaksinasi di desa tersebut.

Sebelumnya, Sekdes¬† Ondo-Ondolu Setiyo Donik Wiryawan kepada wartawan, Jumat (17/9/2021) mengatakan, tower milik Indosat yang dibangun tak jauh dari kantor desa, sudah hampir rampung. “Mudah-mudahan segera selesai dan bisa dioperasikan, agar akses komunikasi desa tersebut bisa terhubung dengan wilayah di luar,” tuturnya.

Saat ini kata dia, warga yang hendak berkomunikasi dengan kerabat atau warga di luar desa, hanya bisa terlayani melalui WiFi desa.

Tidak adanya jaringan selular kata dia, membuat murid dan siswa di desa itu, tak bisa belajar secara daring atau online. Guru-guru yang terpaksa harus aktif menyambangi murid di rumah mereka.

Menurut Sekdes, desa yang berjarak sekira 18 kilometer dari Desa Bakung atau jalan poros Batui-Toili itu didiami 340 kepala keluarga di 4 dusun. Ondo-Ondolu memiliki 2 PAUD, 2 SD dan 1 SMP Satu Atap.

Selain merupakan daerah blank spot, akses jalan Ondo-Ondolu dari arah Bakung juga sebagian besar rusak, termasuk 2 jembatan yang tidak bisa dilalui kendaraan dan 1 jembatan yang kondisinya rusak pada bagian lantai. Di jembatan yang tidak bisa dilalui, kendaraan terpaksa harus menyeberangi sungai mati. (*)

Penulis: Iskandar Djiada

Pos terkait