Hari Gurita Sedunia, Japesda Transplantasi Karang di Uwedikan

  • Whatsapp
PRAKTIK langsung Transplantasi Karang di Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Bertepatan dengan Hari Gurita Sedunia yang jatuh pada 8 Oktober, Jaring Advokasi Pengelolaan Sumberdaya Alam (Japesda) menggelar kegiatan Transplantasi Karang di Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur.

Diketahui, tranplantasi merupakan suatu kegiatan rehabilitasi karang dengan menumbuhkan cabang atau individu karang pada substrat buatan dengan cara difragmentasi dari koloni induknya.

Bacaan Lainnya

Dalam aksi transplantasi karang ini, Japesda melibatkan konsultan atau tenaga ahli terumbu karang dari Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai. Ia adalah Dr. Samsu Adi Rahman, S.Pi, M.Si., yang juga Ketua Lembaga Sumberdaya Pesisir dan Maritim (LSPM) di kampus hijau tersebut.

Sebelum peserta turun melakukan transplantasi karang, mereka mendapatkan materi tentang pentingnya tranplantasi karang serta teknis tranplantasi karang. Kegiatan ini dihadiri kelompok penangkap gurita dan terumbu karang, serta mahasiswa UMLB.

Dalam paparannya, Dr. Samsu Adi Rahman yang akrab disapa Adi atau SAR ini menyampaikan, betapa pentingnya menjaga “the ecosystem triangle” yaitu mangrove, lamun dan karang.

Ketiga ekosistem ini kata dia, saling berkaitan sehingga sangat perlu dijaga karena ini merupakan tempat ikan untuk spawning grown (memijah), nursery ground (mengasuh), dan feeding ground (tempat mencari makan ikan). Jika ketiga ekosistem ini mengalami degradasi, maka ikan atau biota yang ada di ekosistem ini akan melakukan migrasi.

Setelah paparan materi, selanjutnya memberikan pelatihan secara langsung kepada masyarakat dengan rangkaian proses kegiatan tranplantasi karang, yaitu pemilihan koloni induk karang.

Induk karang yang dipilih ini adalah jenis Acropora dengan kriteria sehat dan tidak mengalami bleaching (pemutihan) dan diusahakan dengan jenis berbeda untuk meningkatkan keragaman jenis karang. Kemudian dilanjutkan penanaman bibit dengan cara distek langsung di lokasi transplantasi karang tujuanya agar karang tidak mengalami stres.

Penempatan transplantasi karang dilakukan pada lokasi yang mengalami degradasi yang sebelumnya telah dilakukan survei dari tim Japesda dan konsultan. Metode yang digunakan dalam kegiatan transplantasi ini adalah metode rangka dan subtrat yang terbuat dari pipa paralon sebanyak 20 unit.

“Selama kegiatan masyarakat sangat antusias, hal ini terlihat dengan keterlibatan langsung dari awal sampai pada penempatan tranplantasi. Dalam kegiatan ini dibantu oleh tim lapangan dari Japesda,” kata Adi yang juga Dosen Fakultas Perikanan UMLB itu.

Ia berharap, melalui kegiatan ini masyarakat semakin sadar terkait keberadaan terumbu karang. Dan tentunya, akan dengan keberadaan karang ini dapat meningkatkan pendapatan secara langsung yaitu diperoleh penyembuhan kembali (recovery) melalui sea-ranching atau pemacuan stok (stock enhancement) serta destinasi ekowisata bahari.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Japesda atas iniasi kegiatan ini, semoga kegiatan tetap berlanjut untuk pengembangan berikutnya,” harapnya. (*)

Penulis: Jajad Sudrajad

Pos terkait