Harga Gas Elpiji Tembus Rp60 ribu, Akademisi : Pemda Harus Tegas Pada Pangkalan

BANGGAI RAYA- Pasca Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 Masehi, tepat Kamis (18/4/2024) pekan kemarin, harga gas elpiji 3 kilogram mencapai Rp60 ribu dari harga normal Rp25 ribu.

Harga gas elpiji Rp60 ribu itu, warga dapatkan di kios-kios di area Pasar Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai.

Pasalnya, para pedagang di Pasar Simpong mendapatkan dari para pangkalan gas elpiji dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per tabung.

Sepekan usai lebaran Idul Fitri 1445 H, para pangkalan belum menampung gas elpiji 3 Kg, sehingga dipergunakan oleh pedagang yang memiliki stok gas elpiji bersubsidi itu dengan menaikan harga hingga tembus Rp60 ribu per tabung. Hal itu menjadi keluhan warga Kota Luwuk, hingga viral di media sosial.

BACA JUGA:  Membludak! Kuota PPDB Ponpes Daarul Hikmah Luwuk Terbatas, Untuk Putri Tingkat MTs Resmi Ditutup 

Salah Seorang Akademisi Universitas Tompotika (Untika) Luwuk, Ridwan M. Amin menegaskan, kenaikan harga gas elpiji subsidi pasca lebaran itu, di luar kewajaran. Pemda Banggai seharusnya segera turun tangan untuk mengawasi distribusi gas elpiji tersebut.

Menurut dia, Pemda harus turun sidak langsung hingga ke tingkat pangkalan, jangan hanya sampai pada distributor. Persoalannya, pangkalan sering melakukan penjualan gas elpiji bersubsidi tersebut ke pedagang kios bukan kepada warga.

“Sesuai informasi yang kami dapatkan seperti itu, pangkalan gas elpiji hanya sebagian menjual kepada warga, itu hanya formalitas, kemudian sebagiannya dijual kepada para pedagang, untuk meraup keuntungan yang lebih besar. Kemudian kuota gas elpiji 3 Kg itu di pangkalan tidak berkesesuian, ada kekurangan kuota. Banyak keluhan permasalahan dari masyarakat, tapi Pemda Low Respon, mulai dari kenaikan gas 3 Kg hingga mencapai Rp60 ribu. Belum lagi masalah sampah yang 3-4 hari baru diangkut, terus masalah kemacetan di Pasar Simpong. Ini Pemda bagaimana ya, atau nanti tunggu masyarakat demo,” tekan Ridwan M. Amin kepada Banggai Raya, Selasa (23/4/2024).

BACA JUGA:  Bungawari Puas Kualitas Layanan JKN Terus Meningkat 

Lebih lanjut, Menurut Dosen Fakultas Teknik Untika Luwuk ini, Pemda Banggai harus memberikan peringatan kepada agen atau distributor, pangkalan hingga pengecer gas bersudsidi supaya menjual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp25 ribu. Persoalannya, harga dari distributor ke pangkalan sebesar Rp18 ribu, nah pangkalan menjual Rp25 ribu.

BACA JUGA:  Selamat! Incumbent Sutrisno K Djawa Raih 100 Persen Suara di Pilrek Unismuh Luwuk 

“Makanya, perlu pengawasan yang ketat dari Pemda, soalnya harga gas elpiji di tingkat eceran sudah di luar kewajaran. Kalau perlu Pemda tindaki pangkalan yang menumpuk gas elpiji bersubsidi 3 Kg untuk dijual kepada para pedagang demi meraup keuntungan yang lebih besar,” tegasnya.

“Pelanggaran lebih banyak di pangkalan. Soalnya pangkalan memiliki data resmi daftar pembeli tetap (DPT). Apabila ada penyaluran tidak sesuai dengan DPT, maka Pemda seharusnya lakukan teguran keras kepada pangkalan gas elpiji bersubsidi 3 Kg,” tandas Ridwan. RUM