Harga Beras dan Ikan di Pasar Simpong Banggai, Bergerak Naik

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA-Kenaikan harga bahan pokok di Pasar Simpong Luwuk, Kabupaten Banggai seolah susul menyusul antara jenis barang satu dengan yang lain.

Setelah sebelumnya, cabai atau rica dan daging mengalami kenaikan harga, kali ini harga beras dan ikan juga bergerak naik.

Bacaan Lainnya

Dari amatan di Pasar Simpong Kamis (22/9/2022), harga beras eceran menunjukkan kenaikan, dibanding pekan sebelumnya. Untuk jenis beras yang sudah ditapis misalnya, mengalami kenaikan antara 5 hingga 6 persen.

Pedagang beras di Pasar Simpong mengatakan, mereka harus menaikan harga beras eceran karena harga dari gilingan padi dan petani juga naik. “Sekarang belum musim panen, sehingga harga beras bergerak naik, apalagi barang lain juga sudah naik,” kata pedagang tersebut.

Sebagai contoh kata dia, beras cinta nur dan habo yang sudah ditapis, harus dijual seharga Rp9.000 per liter, padahal sepekan lalu masih Rp8.500 per liter. Bila dipersentase, kenaikan harga beras eceran yang sudah ditapis ini berkisar 5,8 persen. Beras jenis santana, ketan atau pulut juga naik. “Harga pokoknya naik, mau tidak mau yah harga jual eceran juga harus naik,” tuturnya.

Tak hanya beras, sejumlah jenis ikan juga mengalami kenaikan harga. “Ikan sekarang juga naik. Untuk ikan batu seperti bobara, satu kilo sudah Rp50.000, karena ongkos angkut dan bongkar muat juga naik,” kata seorang wanita pedagang ikan.

Kalau untuk ikan seperti kadompe dan malalugis, harga jualnya tetap Rp20.000, tapi jumlahnya yang dikurangi antara 3-5 ekor, padahal sebelumnya pembeli bisa mendapatkan ikan sebanyak 6 atau 7 ekor per Rp20.000. “Kalau tidak naik, kami rugi, sebab ongkos bongkar dan transportasi naik,” tuturnya. DAR

Pos terkait