Hadirkan Menteri Sandiaga Uno, FEB UMLB Sukses Gelar Webinar Nasional

  • Whatsapp
FEB UMLB sukses menggelar webinar nasional dengan menghadirkan narasumber utama yakni Menteri Sandiaga Uno. FOTO: IST

BANGGAI RAYA- Menghadirkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno sebagai narasumber utama, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) sukses menggelar Webinar Nasional, Senin (4/7/2022).

Webinar yang bertajuk Berpikir Digital Ala Milenial ini dilaksanakan FEB UMLB  bersama HMM (Himpunan Mahasiswa Manajemen) dan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI).

Bacaan Lainnya

Selain itu, hadir juga Anggota Komisi  XI DPR -RI periode 2019-2024, Ir. Kamrussamad ST, MSi., dan Rektor UMLB, Dr. Sutrisno K Djawa.

Seminar ini dipandu Asih Anggriani S Dg Cennuk, mahasiswa semester 5 program studi Akuntansi, dan webinar nasional ini berlangsung mulai pukul 13.00 WITA.

Ulil Abshar selaku ketua panitia webinar nasional, mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman berpikir digital ala milenial.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa FEB UMLB ini, juga dihadiri Bupati Banggai, Dandim 1308 LB, dan Kapolres Banggai (diwakili).  Tak hanya itu, kegiatan ini juga dihadiri alumni, dan masyarakat umum, termasuk dari Banggai Laut.  

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMLB, Dr. Wahyudin Rahman, mengapresiasi panitia yang telah menggelar webinar nasional itu. Ia berharap kegiatan ini dapat memicu dan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk dapat berpikir ala milenial sehingga dapat menjadi seorang entrepreneur.

Wahyudin Rahman menerangkan, saat ini perkembangan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan manusia semakin pesat. “Digitalisasi hingga artificial intelligence atau kecerdasan buatan telah menguasai hampir semua kehidupan manusia.  Dalam beberapa tahun terakhir, istilah-istilah digital menguasai hampir setiap aspek kehidupan manusia,” ujarnya.

Ia menuturkan, saat ini ruang publik penuh dengan terminologi baru yang berkaitan dengan digital, social media, big data, artificial intelegent (AI), internet of things (IoT), dan masih banyak istilah-istilah lain yang terdengar baru bagi masyarakat kebanyakan.

“Ini artinya bahwa kita telah masuk ke dalam sebuah peradaban baru, berkonsepkan kemajuan intelektualitas yang disebut Revolusi Industri 4.0 dan Smart Society 5.0,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai, Dr. Sutrisno K Djawa, mengakui di era digital mahasiswa perlu mengubah pola pikir dan perubahan pola kehidupan. 

Meskipun mahasiswa lahir di era milenial kata Rektor, namun jika tak mengubah pola pikir, maka akan sama dengan  generasi baby boomers yang juga telah dituntut untuk bertransformasi. “Di era ini, pola pikir harus diubah dari kebiasaan lama ke kebiasaan baru, agar tidak ketinggalan, termasuk dalam memanfaatkan dan memaksimalkan sisi positif media sosial,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sutrisno K Djawa, berbicara mengenai  pentingnya brand image, yakni tentang keyakinan atau kesan seseorang terhadap sebuah merek. Menurutnya, brand image yang kuat harus dibangun dari persepsi positif, konsisten, dan jangka panjang.

Sutrisno K Djawa juga memaparkan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi brand image. Mulai dari persepsi konsumen berdasarkan pengenalan produk, persepsi konsumen berdasarkan kualitas brand/produk dan berdasarkan ukuran produk, presepsi konsumen berdasarkan harga,  daya tahan,  desain, maupun lokasi penjualan produk.

“Ada yang suka barang murah, tapi tak sedikit yang mengejar kualitas meskipun harganya mahal. Membangun brand image itu penting agar bisnis dapat bertahan di tengah persaingan,” paparnya. (*)

Editor: Jajad

Pos terkait