Gunakan Kapal Penumpang, Kabupaten Banggai Laut Antarpulaukan Ratusan Boks Ikan Setiap Hari

BANGGAI RAYA-Kabupaten Banggai Laut dengan ibukota Banggai, tak hanya dikenal sebagai penghasil buah-buahan seperti durian, manggis dan langsat.

Daerah yang sejatinya menjadi induk bagi tiga kabupaten yakni Banggai (beribukota di Luwuk), Banggai Kepulauan (beribukota di Salakan) dan Banggai Laut dikenal dengan singkatan Balut (beribukota di Banggai, karena dulunya merupakan pusat Kerajaan Banggai, juga memiliki kekayaan laut yang melimpah.

Kabupaten Balut sebagai daerah kepulauan dengan gugusan pulau yang membentang dari ujung timur Sulawesi Tengah hingga berbatasan dengan perairan Maluku Utara dan Laut Banda, dikenal sebagai penghasil ikan yang cukup besar.

BACA JUGA:  Naas! Lakalantas di Masama Banggai, Dua Pemotor Alami Patah Tulang

Hasil laut berupa ikan tersebut, bahkan menjadi salah satu komoditi andalan Balut yang diantarpulaukan ke daerah lain di Pulau Sulawesi. Ratusan boks ikan setiap hari termuat di kapal angkutan penumpang yang juga menyediakan ruang untuk pengangkutan barang. Saat kapal angkutan penumpang yang melayani rute Banggai-Luwuk pergi pulang tengah berlabuh di dermaga Pelabuhan Banggai dan bersiap berangkat pada siang hari, sejumlah kendaraan pick up akan terlihat antrian merapat di lambung kapal guna menurunkan boks-boks berisi ikan. Kapal penumpang itu bahkan rela menunda keberangkatan hingga satu atau dua jam, demi menunggu boks ikan selesai dimuat. Menurut informasi warga, untuk satu boks ikan, kapal mendapatkan biaya jasa pengiriman dari Pelabuhan Banggai ke Pelabuhan Luwuk sekira Rp30 ribu. Ratusan boks ikan itu, hanya sebagian kecilnya yang diperuntukkan memenuhi kebutuhan warga Luwuk dan sekitarnya. Sebagian besarnya akan kembali dikirim ke berbagai kota di Sulawesi, seperti Palu, Palopo hingga Makassar.

BACA JUGA:  Awal Masuk Sekolah, SMPN 3 Luwuk Gelar Halal Bihalal
BACA JUGA:  Anggota DPRD Banggai Sebut Luwuk so Kotor

Pada kondisi tertentu, jumlah ikan yang dikirim dari Balut ke Luwuk, bisa mencapai 500 boks ikan per hari. saat produksi ikan tidak besar, jumlah ikan yang terkirim dari Banggai ke Luwuk berkisar 100-150 boks.

Kekayaan laut Banggai Laut yang cukup besar itu, tentu diharap bisa mendorong kesejahteraan tak hanya bagi pengusaha sektor perikanan, namun juga bagi warga yang berprofesi sebagai nelayan hingga buruh pelabuhan yang membantu proses bongkar muat barang di kapal. DAR/**