Gempa, Kepanikan dan Penyelamatan Korban: Dari Simulasi BPBD dan JOB Tomori untuk Destana Banggai

BANGGAI RAYA-Setelah sehari sebelumnya atau pada Selasa (4/10/2022), warga dan anggota Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kecamatan Batui Selatan mendapatkan sosialisasi dalam bentuk materi kebencanaan dari BPBD Banggai dan Sulteng, pada Rabu (5/10/2022) perwakilan warga Paisubololi dan  anggota Destana Sinorang itu melakukan praktik simulasi lapangan sebagai pelaksanaan latihan kedaruratan komunitas.

Kegiatan yang disokong penuh Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) itu, digelar di pantai wisata Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan.

Menurut Irwan Gasgoro selaku QHSE Senior Manager saat membuka simulasi tersebut, latihan kedaruratan ini penting dilakukan, agar setelah pengenalan materi secara singkat, para peserta juga bisa mendapatkan sedikit gambaran tentang bagaimana kondisi di lapangan saat terjadinya bencana.

BACA JUGA:  Diguyur Hujan Sehari Penuh, Pusat Kota Luwuk Banjir Sampah dan Lumpur

Ia mengakui, keadaan saat simulasi tentu tidak seperti saat keadaan bencana yang sesungguhnya. Meski demikian, latihan ini tetap sangat penting agar ada pemahaman tentang apa yang terjadi saat dan pasca bencana, seperti adanya korban dan kondisinya, hingga bagaimana upaya memberi pertolongan, dengan tetap bisa menjaga keselamatan.

”Pelatihan atau simulasi agar kita bisa melakukan langkah yang tepat pada kondisi darurat,” ujarnya.

JOB Tomori kata dia, juga ingin terlibat dalam upaya membangun kesadaran warga dalam hal penanganan kebencanaan, sesuai dengan logo Badan Penanggulangan Bencana yakni segi tiga biru, yang mengartikan keterlibatan bersama pemerintah dengan masyarakat dan dunia usaha.

Sementara Faisal Karim selaku Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banggai, memberikan arahan langsung saat simulasi dilaksanakan.

BACA JUGA:  Momen Halalbihalal di Nambo, Bupati Banggai Bagikan Sertifikat Tanah

Sebelum memulai proses latihan, ia memberi apresiasi pada JOB Tomori yang telah menyokong kegiatan seperti ini. “Lambang segi tiga pada Badan Penanggulangan Bencana, mengartikan bahwa penanganan kebencanaan harus dilaksanakan terpadu oleh pemerintah, masyarakat dan dunia usaha,” tuturnya memberi apresiasi pada perusahaan hulu migas yang ada di bawah pengawasan SKK Migas itu.

Pada bagian simulasi, para peserta yang berasal dari Desa Paisubololi dan Destana Sinorang, memeragakan kondisi saat terjadinya gempa bumi dan tsunami.

Dipandu langsung Faisal Karim bersama tim BPBD, peserta latihan kedaruratan yang berjumlah sekitar 30 orang seketika dibuat panik dengan gempa besar. Warga berlarian ke titik aman sebagai titik kumpul, setelah melalui jalur evakuasi yang sudah disiapkan.

BACA JUGA:  Kelulusan Siswa Kelas 12 Dari 24 SMK di Banggai Capai 99,35 Persen, 9 Tidak Lulus 

Di titik kumpul itu, diketahui ternyata ada warga yang belum jelas keberadaannya, sehingga diputuskan untuk melapor pada posko induk yang terdiri dari unsur pemerintah, TNI, Polri dan tenaga kesehatan.

Laporan itu ditindaklanjuti dengan upaya mencari keberadaan warga yang belum diketahui nasibnya. Dan ternyata ada warga yang tertimpa reruntuhan, serta ada pula yang dilaporkan terseret gelombang pasang.

Pertolonganpun diberikan terhadap warga yang menjadi korban, baik yang tertimpa reruntuhan maupun yang terseret gelombang pasang.

Pada kegiatan simulasi tersebut, BPBD Banggai mengerahkan sejumlah perlengkapan pendukung seperti dua unit perahu karet lengkap dengan mesin temple, tandu pengangkut korban, kantong jenazah, pelampung dan ban pelampung. DAR

Pos terkait