Gelar Kuliah Tamu, FAI UMLB Hadirkan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Whatsapp
Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., memberikan paparan materinya. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Gelar kuliah tamu, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) menghadirkan guru besar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Minggu (12/6/2022) di Gedung Ahmad Dahlan kampus hijau tersebut.

Guru besar yang dihadirkan sebagai narasumber itu adalah Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag. Dalam kuliah tamu itu, ia didampingi Wakil BPH Dr. Moh. Gifari Sono.

Bacaan Lainnya

Adapun tema yang diangkat dalam kuliah tamu ini adalah ‘Sukses Profesi & Karir Melalui FAI UMLB’. “Alhamdulillah, kegiatan kuliah tamu ini berjalan lancar dan sukses. Pesertanya antusias,” kata Dosen FAI UMLB, Khairul Akbar kepada media ini, Minggu malam.

Ia menjelaskan, narasumber yang dihadirkan juga merupakan TIM Pengembang Kurikulum Kemenag Republik Indonesia. “Pesertanya dosen-dosen dan mahasiswa lingkup Fakultas Agama Islam. Tema kuliah tamu kali ini Sukses Profesi & Karir Melalui FAI UMLB,” jelasnya.

Dalam materinya, Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., mengatakan, di era serba digital ini, FAI UMLB harus memahami bahwa telah terjadi perubahan cara hidup secara mendasar, perubahan cara kerja secara mendasar, dan perubahan cara belajar secara mendasar. Oleh karena itu, FAI UMLB berubah dengan cepat untuk memenuhi tuntutan perubahan tersebut.

Menurutnya, saat ini bukan hanya pendidikan yang menjadi korban Disrupsi, tapi juga guru. Di mana Guru yang tidak dapat mengikuti perkembangan, tidak dapat menyesuaikan diri dengan era disrupsi dan era 4.0 akan menjadi korban dari era ini.

Oleh karena itu, FAI UMLB mengembangkan potensi mahasiswanya secara maksimal. Pendidikan dipahami sebagai proses untuk mengembangkan mahasiswa dari dalam (to develop from within). Mahasiswa yang memiliki kelengkapan indra dan kecerdasan jamak (multiple intellegences) dikembangkan nalar, pola pikir sunatullah/ kausalitas, logis, kritis, kreatif dan inovatifnya.

“PAI dan PIAUD sebagai pengetahuan banyak tersedia dalam digital/online. Tetapi, PAI dan PIAUD sebagai pembentuk jati diri tidak banyak tersedia secara digital/online,” terangnya.

Kemudian Ia juga menegaskan, bahwa Guru PAI dan PIAUD sebagai pengajar mudah digantikan oleh media dan sumber belajar digital. Tetapi guru PAI dan PIAUD sebagai pendidik tidak akan bisa dengan serta merta digantikan oleh media dan sumber belajar digital. (*)

Editor: Jajad

Pos terkait