Gaya CSR Ala AT-FM (bagian 1)

  • Whatsapp
Amirudin Tamoreka & Furqanuddin Masulili
OLEH: SUTOPO ENTEDING

HARI ini, Selasa tanggal 8 Juni 2021, jika tidak ada aral melintang, Gubernur Sulteng akan mengambil sumpah jabatan Haji Amirudin Tamoreka bersama Furqanudin Masulili sebagai Bupati/Wabup Banggai di Kantor Gubernur Sulteng, Palu. Pasangan yang dikenal dengan tagline AT-FM (paduan dua nama) ini memenangi helatan pesta demokrasi akhir tahun 2020 akan memimpin kabupaten bermotto ‘Momposaangu Tanga Mombulakon Tano’ untuk satu periode sekira tiga tahun lebih.

Setiap pemimpin punya gaya dan khas. Amirudin Tamoreka bukanlah pendatang baru, sebelumnya ia pernah berlaga di ranah politik. Ia mencatatkan diri pernah menjadi salah satu calon anggota legislatif ketika pemilu beberapa tahun silam.

Bacaan Lainnya

Haji Amir, begitulah ia disapa. Pria yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha ini menggandeng Furqanudin Masulili untuk mendampinginya berikhtiar menyebarkan ‘virus’ kebaikan menjawab tantangan daerah ini. Furqanudin Masulili yang berlatar belakang sebagai birokrat murni dinilai layak untuk memanajeri pemerintahan.

Tentu keduanya memiliki gaya dan khas. Mungkin kita berasumsi berbeda, tapi paling tidak gaya mereka termaktub dalam sebuah dokumen resmi terangkum dalam balutan penjabaran visi dan misi pemerintahan AT-FM.

Gaya kepemimpinan keduanya digambarkan dengan tiga huruf. Yakni, CSR. Eitss, tunggu dulu, CSR bukan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan, tapi CSR itu akronimi dari Cerdas, Santun, Religius.

AT-FM mengklaim bahwa tiga huruf itu kunci utama dan nilai penting ketika memimpin Kabupaten Banggai.

Penjelasan tiga huruf ini murni disadur dari penjabatan visi dan misi AT-FM.

Huruf C yang pertama adalah Cerdas diartikan sebagai komponen penting dalam memimpin Kabupaten Banggai seperti pengambilan keputusan dan kebijakan yang ‘Pro Rakyat’, setiap keputusan dan kebijakan yang akan dilahirkan, wajib didasari oleh intelektualitas serta berbasis riset. Sehingga, tidak hanya pro rakyat, melainkan menjadi solusi yang strategis dan taktis untuk kepentingan bersama dan kemajuan Kabupaten Banggai.

Huruf S yang kedua adalah Santun, diartikan sebagai sikap dan pembawaan serta cirri khas kepemimpinan AT-FM. Kesantuanan yang didasari olek keikhlasan untuk menerima, menyerap dan menindaklanjuti seluruh kritik, masukan dan aspirasi masyarakat Kabupaten Banggai. Kepemimpinan yang beretika dalam membina hubungan dengan masyarakat demi mengakomodir kepentingan bersama dan kemajuan Kabupaten Banggai.

Huruf R yang ketiga adalah Religius, diartikan sebagai dasar utama kepempimpinan AT-FM. Untuk membungkus komponen penting seperti kecerdasan dan kesantuanan, baik sebelum dan sesudah bertindak. Dalam makna yang lebih luas lagi, AT-FM membawa tiga poin penting lainnya, seperti akidah, syariah dan akhlak. Demi mencapai kepentingan bersama dan kemajuan Kabupaten Banggai. ***

Pos terkait