Empat Fakta Wanita Lebih Kuat Dari Pria, Ini Yang Bikin Tahan Banting

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Banggai, Dr. dr. Anang S. Otoluwa mengungkapkan fakta menarik soal wanita.

Ia mengatakan, ada empat fakta bahwa wanita lebih kuat daripada pria.

Bacaan Lainnya

Fakta pertama, wanita tidak pernah mencari atau minum obat kuat seperti kebanyakan kaum pria. Logikanya, yang butuh obat kuat itu adalah yang merasa lemah. Dan kita tidak pernah mendapat data ada perempuan yang mencari obat kuat di apotek.

Kedua, wanita lebih panjang usianya daripada pria. Menurut BPS, di Indonesia Usia Harapan Hidup Wanita di Indonesia adalah 72 tahun, sementara Pria 69 tahun.

Ketiga, pria meninggal rata-rata tujuh tahun lebih muda. Hal ini menurut Majalah Mind Body and Soul edisi 10 yang terbit beberapa tahun lalu.

“Fakta keempat, telomere pada wanita lebih lama memendek sehingga mereka lebih awet muda,” ungkap Kadis Anang S. Otoluwa saat memberikan paparan materi di Seminar Optimalisasi Diri Perempuan Ideal yang diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Gorontalo, Sabtu (22/10/2022) di salah satu hotel di Kota Luwuk.

Apa sih sebenarnya Telomere itu? Dikutip dari m.prodia.co.id, Telomere merupakan struktur DNA-protein pada ujung kromosom yang terdiri dari susunan DNA berulang (tandem repeat).

Pada semua manusia, penuaan merupakan hasil dari penurunan jumlah ataupun fungsi dari sel. Setiap kali sel bereplikasi, telomere mengalami pemendekan sampai akhirnya mencapai satu titik tertentu dimana sel-sel tersebut tidak dapat bereplikasi dengan baik.

Nah, telomere ini berperan sebagai tutup pada ujung kromosom yang berfungsi menjaga kromosom dari kerusakan dan memainkan peranan penting yang sangat signifikan pada proses penuaan.

Lantas apa yang membuat wanita bisa lebih kuat dari pria? Alasannya, karena wanita megalami empat hal ini yang mustahil dialami juga kaum pria.

Pertama wanita mengalami menstruasi, hamil, melahirkan, dan mengalami menopause.

Kondisi ini kata Anang yang juga mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Banggai, membuat wanita lebih “tahan banting”. Kemampuan tubuh perempuan mengatasi hal di atas membuat kromosom mereka  panjangnya relatif konstan. JAD/*