Edukasi SKK Migas Kalsul, Media Arus Utama Harus Menjaga Kewarasan

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Di tengah perkembangan media yang mengarah ke era digitalisasi, media arus utama yakni cetak, elektronik, radio dan online, tetap harus menjaga kewarasan, terutama saat media sosial jadi tren.

Hal itu disampaikan Abd Kohar, anggota Dewan Redaksi Media Indonesia, dalam edukasi media yang digelar SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Selasa (16/11/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya melalui aplikasi zoom meeting itu, Kohar menyampaikan bahwa yang dimaksud menjaga kewarasan adalah tetap melakukan pengecekan fakta atau memeriksa fakta di media sosial itu benar atau tidak, sebab ada medsos yang mencatut nama media tertentu sebagai sumber data.

Kedua, media arus utama harus tetap independen atau tidak didikte oleh kekuatan apapun. Selanjutnya adalah media arus utama harus menjadi pemandu arah dengan menyajikan informasi yang benar.

Dalam edukasi media yang dipandu Ichsan Firmansyah dari JOB Tomori, Abdul Kohar juga membeber sejumlah cara atau model penyampaian informasi hoax, seperti pola satire atau parodi, konten menyesatkan, konten tiruan atau mencatut sumber resmi padahal informasinya tidak benar, ada pula konten palsu, konteks palsu, koneksi yang salah, atau konten manipulasi yakni mencatut media.

Media arus utama kata dia, harus menjadi penjaga kewarasan dengan melawan informasi tidak benar tersebut.

Sementara Elan Biantoro, praktisi migas yang pernah menjabat Humas SKK Migas dalam materinya menyampaikan bahwa paradigma migas sebagai komoditas penopang pendapatan negara harus diubah menjadi driver pertumbuhan ekonomi.

Jadi migas kata dia, harus menjadi supporting pergerakan ekonomi lagi, tak hanya sekadar komoditas untuk pendapatan negara. Terkait dengan media, Elan juga berharap agar KKKS tetap menjadikan media sebagai mitra informasi.

Elan yang lama berkecimpung di BP Migas maupun SKK Migas, juga membeberkan potensi migas nasional yang masih besar untuk beberapa puluh tahun ke depan, apalagi bila dibarengi dengan eksplorasi baru.

Di akhir paparannya, Elan berharap sinergi dan kerja sama KKKS dan media terus berjalan, termasuk kerja sama pemberitaan kegiatan usaha hulu migas, agar bisa diketahui oleh publik dan stakeholder lainnya. (*)

Penulis: Iskandar Djiada

Pos terkait