Dua Tahun Menderita Kanker, Ruhiin Warga Uso Ini Butuh Uluran Tangan

  • Whatsapp
TAMPAK Rohiin Balahanti yang terbaring sakit dengan kondisi memprihatinkan. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Nasib malang dan memprihatinkan dialami Ruhiin Balahanti, warga Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai. Di usia 65 tahun ini, ia harus terbaring sakit karena didiagnosa kanker prostat.

Sudah hampir dua tahun, pria yang di masa sehatnya bekerja serabutan itu berjuang melawan penyakit kanker. Dan kini, ia terbaring lemah membutuhkan uluran tangan.

Bacaan Lainnya

Di tengah sakit yang diderita, Ruhiin juga dihadapkan dengan kondisi ekonomi yang kian memprihatinkan. Hal ini membuat keluarga kesulitan untuk melakukan pengobatan.

Kisah memilukan itu disampaikan sang anak, Rosliyanti kepada Banggai Raya, Selasa pagi (21/9/2021).

Ia mengaku, telah menyampaikan kondisi itu kepada pemerintah desa setempat dan juga pemerintah kecamatan. Namun semuanya, tidak membuahkan hasil.

Menurutnya, Pemdes setempat telah mengetahui ayahnya sakit. Sayangnya, hingga kini belum ada tanggapan untuk memberikan bantuan. “Saya orang susah, di kecamatan juga saya sudah koordinasi tapi tidak ada tanggapan,” keluhnya.

Melihat kondisi memprihatinkan yang dialami ayah tercintanya, ia mengaku bingung mau mengadu kemana. “Sudah mau dua tahun (sakit), setiap minggu ganti kateter di Rumah Sakit Luwuk. Tapi kemarin sudah tidak bisa ganti kateter, karena sudah tidak bisa bangun dan makan lagi,” jelasnya

Rosliyanti mengaku, saat ini ia bekerja di Kalimantan untuk mencari nafkah demi menghidupi orang tuanya. “Saya sekarang di Kalimantan, mencari sesuap nasi. Dan untuk biaya hari-hari orang tua saya. Orang tua saya sekarang ada di Uso, Kecamatan Batui,” tuturnya.

Ia berharap, pemerintah, baik pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten kiraya bisa memberikan bantuan untuk sang ayah. Begitu pun masyarakat yang memiliki kelebihan hartanya, bisa menyisihkan sebagian rezekinya.

Kades Uso, Saudin Saudidi yang dikonfirmasi Banggai Raya, Selasa siang (21/9/2021) menegaskan, pihaknya telah mengupayakan bantuan hingga ke Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai. “Sudah saya upayakan ke Dinas Kesehatan tinggal realisasinya,” ujarnya.

Tak hanya itu, selama berobat atau kontrol di RSUD Luwuk kata Kades, Ia selalu memfasilitasi sarana transportasi. “Saya selalu fasilitasi mobil ke Luwuk,” katanya.

Namun memang kata Kades, untuk bantuan dalam bentuk dana dari Pemdes yang diambil dari anggaran dana desa itu tidak ada. “Tetapi kalau secara pribadi saya, biar tidak banyak saya sudah pernah membantu,” tandasnya. (*)

Penulis: Jajad Sudrajad

Pos terkait