DSLNG Tepis Isu Lockdown Gegara Covid

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Kabar yang berhembus di media sosial menyebut PT Donggi Senoro LNG, perusahaan yang memproduksi gas alam cair di Kabupaten Banggai, melakukan lockdown atau penguncian akses masuk dan keluar area industrinya, ditepis manajemen perusahaan yang memiliki pabrik di Desa Uso, Kecamatan Batui tersebut.

Sebelumnya, ada akun facebook membagikan postingan dari akun FB bernama ‘Kota Luwuk’ yang diunggah pada Senin siang (27/7/2020). Akun FB ‘Kota Luwuk’ itu, menuliskan “Hari ini, 27/07/2020 PT Donggi Senoro LNG di lockdown sampai Januari.. Sebelumnya, tgl 24/07/2020 PT Panca Amara Utama (PAU) menghentikan produksinya. Keputusan ini diambil pasca meninggalnya karyawan PT PAU diduga positif Covid-19. Keputusan ini tentunya sangat berdampak bagi karyawan kedua perusahaan tersebut.”

Manajemen PT Donggi Senoro LNG melalui Media Relations Officer Rahmat Azis yang dihubungi media ini Senin petang kemarin menyatakan dengan tegas bahwa informasi lockdown tersebut tidak benar.

“Terkait informasi yang beredar di media sosial tersebut, dapat kami sampaikan bahwa Informasi itu tidak benar. Menyikapi perkembangan terkini terkait situasi pandemi di wilayah sekitar lokasi operasi, PT Donggi-Senoro LNG menerapkan kebijakan pencegahan yang lebih ketat dengan Peningkatan Protokol Aktivitas Keluar Masuk Kilang,” jelas Rahmat Azis.

Ia mengatakan, Peningkatan Protokol Aktivitas Keluar Masuk Kilang ini mulai dilakukan Selasa, 28 Juli 2020, dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi. Selama periode ini, untuk memastikan operasi kilang yang berstatus Obyek Vital Nasional tetap berjalan normal, suplai kebutuhan bahan pokok, bahan bakar, dan pergantian pekerja rotasi, tetap berlangsung. “Hanya pekerja yang kehadirannya mutlak diperlukan untuk mendukung kelancaran operasi ya…” tandasnya.

Sementara terkait dengan PT PAU, sebagaimana diberitakan Antara, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai Nurmasita Datu Adam mengatakan bahwa dari koordinasi dengan perusahaan amonia itu, perusahaan yang juga membangun pabrik di Desa Uso, Kecamatan Batui itu telah menerapkan lockdown.

Seperti diberitakan media ini Senin kemarin, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai Nurmasita Datu Adam dalam rilisnya menyebutkan bahwa pasien kasus suspek Covid asal Batui yang meninggal beberapa hari lalu, terkonfirmasi positif corona berdasarkan hasil uji swab atau usap tenggorokan yang dikeluarkan Laboratorium Kesehatan Palu. Pasien yang meninggal itu, dikabarkan merupakan karyawan perusahaan di Batui. Ia sempat dirawat di RSUD Luwuk bersama belasan rekannya, menyusul sakit yang mereka alami secara bersamaan. DAR/*

Pos terkait