DSLNG Lepasliarkan 12 Anakan Maleo di Suaka Margasatwa Bakiriang

  • Whatsapp
DLSNG melepasliarkan 12 anakan Maleo di SM Bakiriang. FOTO: JAJAD

BANGGAI RAYA- Untuk kesekian kalinya, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) yang merupakan perusahaan penghasil gas alam cair ini kembali melakukan pelepasliaran Anakan Maleo di hutan Suaka Margasatwa (SM) Bakiring, Jumat (10/12/2021).

Sebanyak 12 Anakan Maleo dilepasliarkan di hutan Suaka Margasatwa tersebut. Ini menjadi yang kesekian kalinya dilakukan DSLNG sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam melestarikan burung Maleo yang saat ini hampir punah.

Bacaan Lainnya

Pelepasliaran anakan Maleo ini dihadiri langsung oleh External Relations Manager DSLNG, Ardya Yosy Rahardjo, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulteng, masyarakat Adat Batui dan kelompok Pemuda Pecinta Maleo di Batui.

DLSNG melepasliarkan 12 anakan Maleo di SM Bakiriang. FOTO: JAJAD

Dalam kesempatan itu, External Relations Manager DSLNG, Ardya Yosy Rahardjo, menyampaikan bahwa pelepasliaran anakan Maleo ini merupakan momentum yang sangat penting. Ini merupakan wujud kepedulian DSLNG yang peduli terhadap lingkungan dan peduli kelestarian alam.

“Bahwa kami (DSLNG) peduli dengan lingkungan, peduli dengan kelestarian alam dan kami peduli dengan kelestarian Maleo,” ujar Ardya Yosy Rahardjo, sebelum melepas anakan Maleo ke alam bebas.

Pelepasliaran anakan Maleo kata Yosy sapaan akrabnya, ini merupakan salah satu tanggungjawab perusahaan untuk membantu pemerintah dalam melestarikan Maleo yang menjadi identitas kebanggaan Kabupaten Banggai itu.

Olehnya, Yosy berharap terus mendapat dukungan dari pemerintah, BKSDA, tokoh adat dan masyarakat secara keseluruhanan agar DLSNG dapat memberikan yang terbaik dalam pelestarian Maleo. Apalagi pelestarian Burung Maleo merupakan tanggungjawab bersama.

Anakan Maleo yang telah dilepasliarkan DSLNG. FOTO: JAJAD

Kegiatan pelepasliaran Anakan Maleo yang dilakukan DLSNG ini mendapatkan apresiasi dari perwakilan Adat Kecamatan Batui, Jam’un. Ia menilai, pelepasliaran ini bukti keseriuan perusahaan dalam melestarikan Maleo di Kabupaten Banggai.

“Momentum ini merupakan bukti semangat keseriusan kita dalam mempertahankan Maleo, di mana dari waktu ke waktu Maleo mendekati kepunahan. Kami dari masyarakat adat sendiri, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DSLNG yang telah melakukan upaya pelestarian,” kata Jam’un.

Jam’un menuturkan, saat ini telur Maleo masih menjadi salah satu media dalam kegiatan ritual di Kecamatan Batui, Kabupaten dan juga Banggai Laut. Ritual itu adalah Ritual Tumpe. “Ada satu semangat yang perlu kami sampaikan di kegiatan ini. Kami titip kepada BKSDA, mungkin bisa melakukan pendekatan ke dua wilayah ini (Banggai dan Balut),” tuturnya.

Sebagai perwakilan Adat Batui, Ia menyarankan ketika semua rangkaian atau prosesi ritual itu eselesai, sebagian Telur Maleo bisa dibawa ke konservasi untuk pengembangbiakan. Ini dilakukan tak lain sebagai upaya mendukung dalam pelestarian Burung Maleo.

Sementara itu, perwakilan BKSDA Provinsi Sulteng, Beni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DLSNG yang telah menggandeng BKSDA bekerjasama dalam pelestarian Maleo yang sudah dilakukan sejak 2012 lalu. Sejauh ini sebut Beni, pihak perusahaan telah memberikan output yang sangat baik, salah satunya melalui pelepasliaran anakan Maleo.

Sudah beberapa kali kata Beni, DSLNG melepasliarkan Anakan Maleo dan pada Jumat 10 Desember 2021 ini, perusahaan melepas sedikitnya 12 anakan Maleo di SM Bakiriang. “Selanjutnya, saya melihat pemangku adat di wilayah sini sangat bagus responnya (pelepasliaran Anakan Maleo ini). Kedepannya kita ingin merubah, sebenarnya Maleo ini sudah lebih banyak daripada kepunahan-kepunahan,” kata Beni.

Selain melepasliarkan anakan Maleo kata Beni, yang perlu dilakukan juga adalah bertarunggungjawab dengan keberadaan Maleo setelah dilepas ke hutan Suaka Margasatwa Bakiriang. “Mungkin kedepan, apa yang kita lakukan hari ini (melepasliarkan anakan Maleo) bisa kita pertanggungjawabkan. Bahwa mereka (Maleo) itu ada di alam dan hidup,” tegas Beni.

Olehnya, Ia berharap kedepan ada inovasi-inovasi yang dilakukan untuk memastikan kelangsungan Burung Maleo tersebut setelah dilepasliarkan. Apalagi saat ini teknologi sudah sangat maju. (*)

Pos terkait