Ditempatkan di 2 Kecamatan, Sepuluh Mahasiswa Faperta Unismuh Luwuk Siap Ikuti Magang PKKM

BANGGAI RAYA– Diikuti 10 mahasiswa Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K Djawa membuka secara resmi Pembekalan Magang/Praktik Kerja Kewirausahaan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), Sabtu 6 Juli 2024.

Dalam PKKM ini, Fakultas Pertanian Unismuh, mendapat pendanaan dari Kemendikbudristek Republik Indonesia, senilai Rp315 Juta. 

Perolehan ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi fakultas maupun universitas, pasalnya dari ribuan yang mengusulkan, hanya 300-an perguruan tinggi yang berhasil lolos meraih dana hibah. Faperta dari kampus hijau menjadi salah satu penerima.

Adapun kegiatan pembukaan pembekalan Magang MBKM yang dihadiri Ketua BPH Unismuh Luwuk, Dr Farid Haluti, Wakil Rektor III Dr. Agung K Djibran, dan Dekan Faperta Unismuh Luwuk, Ratmi Rosilawati SP., M.P., bersama jajarannya itu, dirangkaikan dengan penyerahan Peralatan Laboratorium Program Studi Agribisnis secara simbolis.

Dalam laporannya, Ketua Task Force Tim PKKM Faperta Unismuh Luwuk, Dr. Agung K Djibran mengatakan, magang kerja Kewirausahaan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) diikuti sebanyak 10 Mahasiswa, yang penempatannya pada Dunia Usaha/Industry UMKM, baik UMKM bisnis kuliner, kriya, maupun produk hasil pertanian di Kecamatan Luwuk, dan Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Toili Sambut Ahmad Ali-Sulianti Murad

“Kami yakin bahwa mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut sangat antusias untuk turut berperan aktif dalam meningkatkan kualitas, dan mendorong terciptanya start up bisnis yang siap bersaing di pasar. Bahkan sejak duduk di bangku kuliah pada semester berjalan, mahasiswa Program Studi Agribisnis telah banyak diberikan muatan materi terkait dengan Kewirausahaan dari para Dosen Tetap Program Studi Agribisnis, tentunya dengan tujuan menyiapkan dan memperkuat mental wirausaha mahasiswa sebelum terjun ke lapangan untuk belajar dan mendapatkan banyak pengalaman usaha di lokasi magang/praktik kerja kewirausahaan,” ujar Dr. Agung K Djibran.

Adapun tujuan dari adanya Magang/Praktik Kerja Kewirausahaan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) ini, adalah; sebagai sarana bagi mahasiswa dalam menggali informasi dan belajar bagaimana membangun suatu usaha mulai dari riset pasar, menciptakan produk sesuai dengan permintaan pasar hingga produk tersebut dipasarkan.

BACA JUGA:  Sepupu Berkelahi di Luwuk, Satu Meninggal

Dengan demikian, kata Agung, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Luwuk, diharapkan mampu memiliki keterampilan atau kemampuan melakukan survey pasar atas suatu produk, studi proses produksi, survey sumber bahan baku dan bahan penunjang, analisis harga pulang pokok, mampu menentukan jenis produk yang akan diusahakan pengadaan mesin dan peralatan yang dibutuhkan.

Kemudian mampu mengadakan bahan baku dan penunjang, penyimpanan bahan baku dan penunjang, memeriksan jenis spesifikasi serta kondisi bahan baku, mampu melakukan promosi produk, dan survey pesaing. Serta yang tidak kalah penting juga mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Luwuk, sangat diharapkan mampu melakukan digital marketing atau pemasaran produk akhir.

Sebagai Ketua Tim Task Force, Agung mengaku senang bisa membantu mahasiswa dalam mengaplikasikan keilmuannya di dunia kewirausahaan, agar kelak menjadi wirausaha muda melalui kegiatan Magang/Praktik Kerja Kewirausahaan pada Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2024. 

BACA JUGA:  Alasan Ahmad Ali Dukung Sulianti Murad, Tinggalkan Amirudin

“Dengan ini para mahasiswa bisa belajar langsung dari pelaku usaha. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi Program Studi lainnya di lingkup Universitas Muhammadiyah Luwuk, dapat berpastipasi dalam Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Tahun 2025,” harapnya.

Sementara itu, Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K Djawa saat membuka pembekalan magang kerja Kewirausahaan PKKM, menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Pertanian atas keberhasilan meraih dana hibah.

Rektor cukup berbangga, karena Fakultas Pertanian menjadi salah satu fakultas di Unismuh Luwuk yang terbanyak meraih pendanaan dari pusat dalam program merdeka belajar kampus merdeka.

Ia berharap, momentum ini bisa mendorong Fakultas Pertanian dalam meningkatkan jumlah mahasiswa baru (Maba). Apalagi pertanian merupakan tulang punggung dalam perekonomian  Indonesia. 

Olehnya, Rektor berpesan kepada Faperta untuk terus melakukan inovasi dalam program pertanian, baik itu pengelolaannya maupun hasil pertanian. (*)

Pos terkait