Dishub Terapkan Sanksi Tak Pakai Masker di Pelra

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai, Tasrik Djibran menegaskan, akan menerapkan sanksi kepada warga yang tidak menggunakan masker ketika beraktivitas di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Luwuk.

Penerapan sanksi kepada para buruh dan warga yang melakukan aktivitas di Pelra itu telah diperkuat oleh peraturan bupati (Perbup).

“Perbup-nya baru keluar, sehingga kami akan sosialisasikan. Kami akan mengambil langkah-langkah kembali, tinggal kesadaran para buruh dan warga di area Pelabuhan Rakyat Luwuk. Hanya yang jadi persoalan, warga itu bandel. Mudah-mudahan dengan Perbup ini, bisa memunculkan kesadaran untuk memakai masker. Kami akan menyosialisasikan perbup yang di dalamnya mengatur tentang sanksi,” tutur Tasrik Djibran Kepada Banggai Raya, di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2020).

Diakuinya, agak susah merubah cara berpikir para warga di pelabuhan, namun Dishub Banggai tidak boleh berputus asa. Dengan tetap menyosialisasikan penggunaan dan fungsi memakai masker.

Dengan memberikan arahan dan penyuluhan serta kesadaran para buruh, supaya memakai masker, mencuci tangan dan senantiasa menjaga jarak. Dishub Banggai telah memperketat kepada warga di pelabuhan. Mereka yang tidak menggunakan masker, maka dilarang masuk area pelabuhan.

“Tapi, mereka tidak kapok-kapok juga, persoalannya untuk mengamankan penyebaran Covid-19 di pelabuhan itu, masih banyak yang lolos. Sebab banyak jalan pintas untuk masuk ke pelabuhan, jadi susah diatasi, apalagi personil kami terbatas. Jadi banyak yang lolos. Bermacam cara yang mereka lakukan untuk masuk ke pelabuhan,” keluhnya.

Kedepan, penertiban yang akan diberlakukan dibarengi dengan sanksi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, ketua gugus tugas Kabupaten Banggai bisa memflowup, dan Dishub Banggai akan menindaklanjuti. Sebab semakin hari, semakin mengerikan penyebaran Covid-19.

Dishub Banggai kata dia, sudah melakukan langkah-langkah sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, yaitu telah menghimbau kepada warga di pelabuhan untuk menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Kemudian diaplikasikan dengan membagikan sanitiser, dan masker secara gratis,

“Kami selalu melakukaan sosialisasi dan penyuluhan tentang wabah Covid-19 di pelabuhan. Fungsi jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker. Semua itu demi menjaga dan menyayangi kesehatan mereka sendiri. Sudah kami lakukan itu, namanya juga masyarakat kurang pengetahuan tentang Covid-19 ini. Kami bersama dengan KP3 Luwuk menyosialisasikan dan sekaligus membagikan masker. Ada empat kali kami bagikan masker, tinggal kesadaran dari mereka,” cetusnya.

“Alhamdulillah, selama ini belum ada penyebaran Covid-19 di pelabuhan. Kami tetap mengantisipasi, sebab banyak warga yang masuk dan keluar beraktivitas di pelabuhan. Kami memperketat pengawasan, tiap hari itu kami lakukan. Kami berharap semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir,” tambahnya. RUM

Pos terkait